DONGGALA MEDIA — Sembilan kelurahan di Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala kompak menggelar kerja bakti serentak. Bukan acara seremonial dengan spanduk besar dan dokumentasi tiga angle kamera, tapi kerja yang memang bikin badan pegal yaitu bersih-bersih lingkungan.
Aksi ini bukan muncul tiba-tiba karena warga mendadak rajin. Ada komando yang turun dari atas. Camat Banawa, Mohammad Reza, menginstruksikan seluruh lurah untuk menggerakkan wilayah masing-masing. Instruksi ini sendiri adalah turunan dari arahan Bupati Donggala, Vera Elena Laruni yang seperti biasa punya misi besar: lingkungan bersih, sehat dan kalau bisa enak dipandang.
Menariknya, Camat Mohammad Reza sendiri lagi tidak sepenuhnya di tempat. Ia sedang mendampingi Bupati Vera di Kelurahan Boneoge. Tapi seperti bos yang baik atau minimal bos yang tahu pentingnya grup WhatsApp, koordinasi tetap jalan. Semua kelurahan diminta bergerak serentak, tidak ada yang pura-pura lagi sakit atau lagi ada urusan keluarga.
Yang turun tangan juga bukan cuma aparat. Lurah dan staf kelurahan ikut, petugas PPLH turun, ketua RT bergerak dan warga yang biasanya jadi objek imbauan kali ini benar-benar jadi pelaku utama. Singkatnya, ini gotong royong yang tidak cuma ramai di kata sambutan.
Fokus kerjanya sederhana tapi krusial yaitu membersihkan selokan yang sering lebih mirip tempat arsip sampah, potong rumput liar yang kalau dibiarkan bisa jadi hutan mini dan angkut sampah dari fasilitas publik. Hal-hal yang kelihatannya sepele, tapi efeknya lumayan besar, dari mencegah banjir sampai menghindari penyakit yang datang tanpa undangan.
Di balik aktivitas yang kelihatannya cuma bersih-bersih, sebenarnya ada pesan yang lebih dalam meski tidak selalu diucapkan dengan gaya pidato. Pemerintah Kabupaten Donggala ingin gotong royong ini tidak berhenti sebagai event musiman. Jangan cuma rajin kalau ada instruksi, tapi balik cuek begitu kamera dimatikan.
Karena pada akhirnya, lingkungan itu cerminan. Kalau lingkungannya bersih dan tertata, besar kemungkinan warganya juga sedang baik-baik saja atau minimal sedang berusaha.
Kecamatan Banawa, lewat aksi serentak ini, seperti ingin bilang bahwa bersih itu bukan proyek, tapi kebiasaan. Kalau kebiasaan ini bisa dijaga, mungkin kita tidak perlu lagi menunggu instruksi tiap kali selokan mulai berteriak minta dibersihkan.*
(Teks: AULIA AM / Foto: IST / Editor: WAHID AGUS)


