Ketua DPRD Donggala Dorong Buku Harmoni dengan Alam Jadi Acuan Kebijakan, Soroti Konflik Regulasi hingga Ekonomi Hijau

DONGGALA MEDIA – Peluncuran buku Harmoni dengan Alam: Refleksi dan Petuah untuk Lingkungan Hidup Berkelanjutan di Aula Fakultas Agama Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Sabtu (18/7/2026), tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga melahirkan berbagai masukan konstruktif dari para penanggap.

Salah satu tanggapan disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Dr. Moh. Yasin Lataka, S.E., M.M., Ak. Menurutnya, buku tersebut memiliki nilai akademik yang kuat, namun masih perlu diperkaya dengan berbagai aspek implementasi agar dapat menjadi rujukan nyata dalam penyusunan kebijakan publik, khususnya di daerah.

Pada aspek kebijakan dan implementasi, Moh. Yasin menilai buku tersebut belum banyak mengulas persoalan tumpang tindih regulasi yang kerap menjadi kendala dalam pengelolaan lingkungan.

“Masih terdapat berbagai regulasi yang saling bertabrakan, mulai dari perizinan industri, tata ruang, lingkungan hidup hingga hak kelola masyarakat adat maupun masyarakat lokal. Persoalan seperti ini sering menjadi penghambat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia menyarankan agar penulis menambahkan satu bab khusus mengenai resolusi konflik regulasi, sehingga buku tersebut tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga dapat dijadikan panduan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih harmonis.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan lingkungan.

Pembahasan mengenai kearifan lokal masih perlu diperluas dengan menghadirkan studi kasus nyata yang menunjukkan partisipasi aktif masyarakat adat dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan.

“Jangan sampai masyarakat hanya diposisikan sebagai objek regulasi. Mereka harus menjadi subjek utama dalam upaya pelestarian lingkungan karena selama ini banyak komunitas adat yang telah membuktikan mampu menjaga alam melalui nilai-nilai kearifan lokal,” kata politisi asal Balaesang Tanjung itu.

Masukan berikutnya berkaitan dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Ia menilai buku tersebut belum banyak menawarkan alternatif ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.

“Ketika masyarakat dilarang menebang pohon secara sembarangan, mengeksploitasi hutan maupun mengambil pasir secara berlebihan, maka harus ada solusi ekonomi yang ditawarkan. Mereka perlu diberikan pilihan pekerjaan yang lebih menjanjikan, berkelanjutan, dan tetap ramah terhadap lingkungan,” jelasnya.

Ia mendorong agar penulis mengeksplorasi lebih jauh konsep Green Economy (Ekonomi Hijau) maupun ekowisata sebagai model pembangunan yang mampu menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Di akhir penyampaiannya, Moh. Yasin Lataka mengajukan satu pertanyaan reflektif kepada para penulis buku.

“Dari sekian banyak regulasi dan gagasan yang tertuang dalam buku Harmoni dengan Alam, satu langkah konkret apa yang paling mendesak untuk segera diterapkan di Kabupaten Donggala maupun Provinsi Sulawesi Tengah?” tanyanya.

Menurutnya, jawaban atas pertanyaan tersebut akan menjadi tolok ukur agar gagasan yang tertuang dalam buku tidak berhenti sebagai diskursus ilmiah, tetapi benar-benar dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berdampak bagi pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, tutupnya.

Acara tasyakuran sekaligus peluncuran buku berjudul Harmoni dengan Alam: Refleksi dan Petuah untuk Lingkungan Hidup Berkelanjutan, menjadi wadah akademik untuk memperkenalkan sebuah karya yang mengangkat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam melalui pendekatan ilmiah, reflektif, dan bernilai edukatif.

Buku tersebut merupakan karya Prof. Kasman Jaya, Fitriah Fajar Magfirah, S.T., M.T., dan Prof. Ratnawati, yang berisi gagasan, refleksi, serta petuah mengenai upaya mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Peluncuran buku turut dirangkaikan dengan sesi diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber dan penanggap dari kalangan akademisi. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Pertama Bertugas Kapolres Aditiya Minta Dukungan Forkopimda Donggala

DONGGALA MEDIA…

Bupati Donggala: Pergantian Kapolres Harus Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Daerah

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *