“Donggala Bangkit dan Berjaya” Bukan Sekadar Slogan, PAN Sebut Jadi Seruan Kolektif Membangun Daerah

DONGGALA MEDIA — Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Donggala, Rofandi Ibrahim menegaskan bahwa slogan “Donggala Bangkit dan Berjaya” bukanlah sekadar rangkaian kata tanpa makna. Menurutnya, slogan tersebut mengandung narasi besar yang sarat pesan optimisme serta arah pembangunan strategis bagi masa depan Kabupaten Donggala.

Ia mengatakan, kalimat tersebut dirancang sebagai seruan kolektif untuk membangkitkan semangat seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama bergerak membangun daerah.

“Slogan ini bukan hanya kata-kata indah di atas kertas, tetapi sebuah semangat bersama untuk membakar optimisme masyarakat Donggala agar terus bergerak maju menghadapi berbagai tantangan,” ujar Rofandi.

Menurutnya, frasa Donggala Bangkit memiliki makna mendalam sebagai pesan optimisme bagi masyarakat di tengah berbagai dinamika sejarah dan tantangan ekonomi yang dihadapi daerah saat ini.

Ia menjelaskan, semangat kebangkitan itu menjadi dorongan untuk memperbaiki berbagai sektor penting, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas pendidikan hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

“Donggala pernah menghadapi masa-masa sulit, namun hari ini kita harus memiliki keyakinan bahwa daerah ini mampu bangkit dan berkembang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, frasa Donggala Berjaya dimaknai sebagai upaya mengembalikan marwah historis Kabupaten Donggala yang dahulu dikenal sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan penting di Sulawesi Tengah.

Menurut Rofandi, kejayaan masa lalu tersebut bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus menjadi motivasi untuk membangun kembali kejayaan Donggala dalam konteks pembangunan modern dan kekinian.

“Berjaya bukan berarti hidup dalam romantisme masa lalu, tetapi bagaimana kita merebut kembali kejayaan itu melalui kerja nyata dan pembangunan yang menyentuh masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada Bupati dan Wakil Bupati semata. Dibutuhkan kerja kolektif dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar visi besar tersebut dapat terwujud.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran sebagai fasilitator dan motor penggerak, sementara masyarakat, pemuda, dan pelaku usaha menjadi kekuatan utama dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Inti dari slogan ini adalah kolaborasi. Semua pihak harus terlibat agar Donggala benar-benar bangkit dan berjaya,” tegasnya.

Rofandi menambahkan, narasi besar tersebut akan menjadi warisan pembangunan yang bernilai jika mampu diterjemahkan ke dalam program nyata melalui RPJMD yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik di desa maupun perkotaan.

Ia menyebut, langkah itulah yang saat ini sedang dan akan terus dieksekusi oleh pemerintah Kabupaten Donggala di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Donggala.

PAN Nilai Kebangkitan Donggala Mulai Terlihat di Era Kepemimpinan Vera–Taufik

Rofandi menilai kebangkitan Kabupaten Donggala di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Donggala, Vera Elena Laruni dan Taufik, tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi pembangunan semata.

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah harus diukur dari kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, hingga tumbuhnya kepercayaan publik terhadap arah pembangunan daerah.

“Kebangkitan atau kemajuan suatu daerah, termasuk Kabupaten Donggala saat ini, tidak boleh hanya dilihat dari satu sisi pembangunan saja. Banyak faktor yang harus menjadi ukuran,” ujar Rofandi.

Ia menjelaskan, salah satu parameter yang mulai terlihat adalah pertumbuhan ekonomi daerah yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas investasi dan usaha di wilayah perkotaan Donggala.

Menurutnya, kehadiran sejumlah usaha ritel modern seperti Alfamidi dan Indomaret menjadi indikator bahwa iklim investasi di Kabupaten Donggala mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Penyerapan investasi di kota mulai terlihat dengan tumbuhnya usaha-usaha ritel seperti Alfamidi dan Indomaret. Ini menunjukkan adanya pergerakan ekonomi yang mulai tumbuh,” katanya.

Selain itu, Rofandi menyebut minat investor, baik lokal maupun asing, untuk menanamkan modal di Kabupaten Donggala juga semakin tinggi, khususnya pada sektor-sektor strategis seperti industri pariwisata.

Ia menilai, potensi wisata Donggala yang didukung keindahan alam, garis pantai, serta posisi geografis yang strategis mulai dilirik sebagai peluang investasi jangka panjang.

“Minat investor untuk masuk ke Donggala mulai meningkat, terutama pada sektor strategis seperti pariwisata. Ini menjadi sinyal positif bagi masa depan daerah,” jelasnya.

Rofandi mengatakan, meningkatnya aktivitas investasi tersebut turut membangun optimisme masyarakat terhadap kepemimpinan Vera–Taufik dalam membawa perubahan bagi Kabupaten Donggala.

“Publik mulai percaya bahwa kepemimpinan Vera–Taufik mampu mewujudkan harapan dan asa masyarakat Kabupaten Donggala,” tegasnya.

Meski demikian, ia berharap arah pembangunan yang sedang berjalan tetap fokus pada kepentingan masyarakat luas, termasuk membuka lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa maupun perkotaan. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Bocah Donggala Tepat Prediksi Final Piala Dunia 2026, Erdogan: Spanyol Layak Jadi Juara

DONGGALA MEDIA…

  • Corner
  • Juli 2, 2026
  • 203 views
KPU Donggala Tetapkan 238.782 Pemilih Berkelanjutan

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *