Dinas Perikanan Donggala Dorong Petambak Terapkan Manajemen Usaha Modern, Target Produksi Tambak 2026 Meningkat

DONGGALA MEDIA – Dinas Perikanan Kabupaten Donggala tidak hanya fokus pada pendampingan teknis budidaya tambak tradisional, tetapi juga mendorong para pembudidaya menerapkan manajemen usaha sederhana berbasis kelompok guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf mengatakan, penguatan kelembagaan kelompok pembudidaya menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha budidaya tambak di Kabupaten Donggala.

Menurutnya, kelompok pembudidaya ikan hamparan diharapkan mampu menerapkan pola tebar dan panen bersama agar pengelolaan budidaya lebih terorganisir dan efisien.

Selain itu, para pembudidaya juga didorong melakukan pencatatan kalender budidaya sederhana yang memuat kondisi iklim dan pola musim.

Pada musim kemarau misalnya, tambak lebih diarahkan untuk budidaya udang, sedangkan saat musim hujan dapat dikombinasikan dengan budidaya bandeng melalui sistem polikultur.

“Pencatatan sederhana sangat penting agar pembudidaya memiliki data budidaya yang jelas, termasuk kondisi musim, biaya produksi, hasil panen, hingga jadwal kerja,” ujar Ali Assagaf pada kegiatan penyaluran bantuan sarana produksi budidaya tambak udang di Desa Siboang Kecamatan Sojol pada Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, pencatatan tersebut nantinya menjadi modal penting bagi kelompok pembudidaya untuk mengembangkan unit usaha dan mempermudah pengajuan kredit usaha di masa mendatang.

Menurut Ali Assagaf, melalui aksi cepat penyaluran bantuan sarana produksi budidaya ikan dan pendampingan manajemen usaha, pemerintah daerah optimistis target produksi budidaya tambak Kabupaten Donggala pada tahun 2026 dapat meningkat dibandingkan produksi perikanan budidaya tahun 2025 yang mencapai 23.752 ton.

Peningkatan produksi tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap target nasional produksi perikanan budidaya sebesar 3 juta ton.

Untuk mendukung peningkatan produksi tambak, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala juga berencana menempatkan alat berat anti rawa pada awal Juni 2026 guna membantu perluasan areal budidaya tambak masyarakat.

Program tersebut dinilai akan memberikan kemudahan pelayanan bagi para pembudidaya ikan dalam mendapatkan akses penggunaan alat berat untuk pengembangan tambak mereka.

“Pemerintah, khususnya ibu Bupati Vera ingin pembudidaya tambak tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi usaha budidaya yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” tutup Ali Assagaf. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Hari Lahir Pancasila di Donggala, BPIP Ingatkan Nilai Pancasila Tak Sekadar Seremoni

DONGGALA MEDIA…

Gagal Raih Apresiasi Kemendagri, Ketua Komisi I DPRD Donggala Minta Pemkab Fokus Benahi Inflasi, Kemiskinan dan Pengangguran

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *