DONGGALA MEDIA — Pagi di Halaman Kantor Kecamatan Labuan, Senin (18/5/2026), tidak hanya dipenuhi tumpukan karung benih jagung varietas BISI 18. Di sana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala sedang menanam sesuatu yang lebih besar yakni harapan tentang ketahanan pangan dan masa depan petani Donggala.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyerahkan langsung bantuan benih jagung kepada kelompok tani dari Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan. Bantuan ini merupakan bagian dari distribusi 45 ribu kilogram benih jagung yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pertanian RI.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dan tantangan sektor pertanian yang terus berubah, jagung kembali ditempatkan sebagai komoditas strategis. Bukan hanya untuk pangan, tetapi juga penyangga industri pakan ternak dan sumber penghasilan masyarakat desa.
“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi langkah strategis yang harus menghasilkan peningkatan luas tanam, produktivitas dan pendapatan petani,” kata Bupati Vera dalam arahannya.
Nada bicaranya terdengar tegas. Sebab bagi pemerintah daerah, bantuan benih tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan yang selesai di foto dokumentasi. Ada target yang ingin dicapai antara lain lahan bertambah, produksi naik, dan petani mendapatkan hasil yang benar-benar terasa di dapur mereka.
Untuk Kecamatan Tanantovea, pemerintah mengalokasikan 4.575 kilogram benih kepada 32 kelompok tani. Sementara Kecamatan Labuan menerima porsi lebih besar, yakni 13.950 kilogram untuk 48 kelompok tani.
Namun penyerahan simbolis kali ini baru tahap awal. Sebanyak 20 kelompok tani dari Labuan dan 20 kelompok tani dari Tanantovea menjadi perwakilan penerima dalam agenda seremoni tersebut. Distribusi sisanya akan dilakukan bertahap sesuai mekanisme pemerintah daerah.
Di luar dua kecamatan itu, bantuan juga dijadwalkan menyasar sejumlah wilayah lain di Donggala. Kecamatan Sindue Tombusabora akan menerima 8.100 kilogram benih, Banawa Tengah dan Banawa Selatan masing-masing 5.400 kilogram, Sindue Tobata 5.325 kilogram, serta Dampelas sebanyak 2.250 kilogram.
Angka-angka itu mungkin terlihat administratif. Tetapi bagi petani, satu karung benih bisa berarti musim tanam yang terselamatkan. Bisa berarti biaya produksi yang lebih ringan. Bisa juga berarti kesempatan untuk bertahan di tengah harga kebutuhan yang terus naik.
Pemkab Donggala tampaknya ingin memastikan bahwa isu pangan tidak lagi dipandang sekadar urusan dinas teknis. Bupati Vera menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi pembangunan daerah.
Ada pesan politik pembangunan yang cukup jelas di balik agenda ini: daerah yang kuat adalah daerah yang mampu memberi makan masyarakatnya sendiri.
Langkah tersebut juga disebut selaras dengan program prioritas nasional Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait penguatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Namun pada akhirnya, pemerintah hanya bisa menyiapkan jalan. Hasil akhirnya tetap bergantung pada petani di lapangan.
“Pemerintah menyalurkan bantuan, tetapi keberhasilan ada di tangan para petani. Mari kita buktikan bahwa Donggala tidak hanya punya potensi, tetapi juga mampu menghasilkan. Kita tanam hari ini, kita jaga bersama, dan kita panen dengan bangga,” ujar Bupati Vera.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Donggala, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Donggala, unsur Forkopimda, Ketua HKTI Donggala, para kepala OPD, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani penerima manfaat. (*)
(Teks: AULIA AM / Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)


