Bupati Donggala Buka Penguatan Kelembagaan Desa, Targetkan Zero Stunting Lewat Aplikasi E-HDW

DONGGALA MEDIA – Bupati Donggala Vera Elena Laruni menilai percepatan penanganan stunting tidak cukup hanya mengejar target penurunan angka prevalensi. Menurut dia, upaya tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Donggala.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Vera saat membuka kegiatan Penguatan Kelembagaan Desa dalam Rangka Penanganan Stunting dan Pengelolaan Aplikasi Electronic Human Development Worker (E-HDW) Kabupaten Donggala Tahun 2026 di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Kamis (23/7/26).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Donggala Rustam Efendi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah desa, serta kader pembangunan manusia.

Dalam sambutannya, Bupati Vera mengatakan stunting bukan sekadar persoalan terganggunya pertumbuhan fisik anak. Kondisi itu, kata dia, juga menjadi ancaman terhadap kualitas generasi masa depan karena dapat mengganggu perkembangan otak anak secara permanen apabila terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan daerah. Dampaknya akan berpengaruh terhadap produktivitas dan daya saing Kabupaten Donggala di masa mendatang,” kata Bupati Vera.

Karena itu, ia menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting harus dipandang sebagai gerakan bersama yang dimulai dari keluarga hingga tingkat desa. Pemerintah Kabupaten Donggala, menurut dia, memperkuat kelembagaan desa agar seluruh unsur, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, hingga Kader Pembangunan Manusia (KPM), bekerja dalam sistem yang terintegrasi.

Bupati Vera juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dalam penyusunan kebijakan. Melalui aplikasi Electronic Human Development Worker (E-HDW), pemerintah dapat memperoleh gambaran riil kondisi masyarakat sehingga berbagai intervensi, seperti pemberian makanan tambahan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, perbaikan sanitasi, penyediaan air bersih, hingga layanan pendidikan anak usia dini dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Menurut dia, aplikasi E-HDW menjadi instrumen penting bagi Kader Pembangunan Manusia dalam melakukan pencatatan, pemantauan, dan evaluasi lima layanan konvergensi stunting secara real time. Data yang dihimpun dari desa akan menjadi dasar Pemerintah Kabupaten Donggala dalam menetapkan prioritas program penanganan stunting.

Di akhir sambutannya, Bupati Vera mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi agar target percepatan penurunan stunting dapat tercapai.

“Dengan kelembagaan desa yang kuat dan pemanfaatan E-HDW secara optimal, kami optimistis mampu menekan angka prevalensi stunting secara signifikan menuju Zero Stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Donggala, Budi Santosa, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan data stunting yang akurat dan berkualitas.

Menurut Budi, data yang dihasilkan melalui aplikasi E-HDW akan digunakan untuk memantau perkembangan program percepatan penurunan stunting, memberikan umpan balik terhadap pelaksanaan program, menjadi dasar perencanaan dan penganggaran, meningkatkan akuntabilitas, serta mendukung pencapaian target Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting.

Sebanyak 158 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas Kader Pembangunan Manusia dan operator aplikasi E-HDW yang mewakili 158 desa di Kabupaten Donggala. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Puskesmas Lompeta Singgani Tambu Klarifikasi Isu Penolakan Pasien Karena Tak Miliki NIK
  • September 8, 2026

DONGGALA MEDIA…

Continue reading
Rp30,2 Miliar Digelontorkan untuk Bangun 6 Kampung Nelayan Merah Putih di Donggala
  • September 3, 2026

DONGGALA MEDIA…

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *