Di Tangan yang Menyambut Kehidupan: Refleksi Hari Bidan Sedunia 5 Mei 2026

DONGGALA MEDIA – Ada banyak profesi yang dihormati karena keahlian dan ilmunya. Namun, hanya sedikit yang benar-benar berada di garis paling awal kehidupan manusia. Di situlah bidan berdiri—tenang, sigap, dan penuh empati—menjadi saksi pertama tangis seorang bayi sekaligus penopang harapan seorang ibu.

Menjadi bidan bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah panggilan jiwa. Sebab, di balik setiap proses persalinan, ada pertaruhan nyawa, ada rasa cemas yang tak terucap dan ada harapan besar yang dititipkan pada sepasang tangan yang terlatih. Bidan hadir bukan hanya membawa keterampilan medis, tetapi juga ketenangan, keberanian dan kasih sayang.

Di pelosok desa hingga pusat kota, di fasilitas yang lengkap maupun dengan segala keterbatasan, bidan tetap berdiri di garis depan. Mereka tidak memilih situasi yang mudah. Mereka justru sering bekerja dalam kondisi yang menuntut ketangguhan—jarak yang jauh, akses terbatas, bahkan risiko keselamatan. Namun, mereka tetap datang, tetap melayani, tetap setia pada sumpah profesinya.

Setiap bayi yang lahir dengan selamat adalah bukti nyata dedikasi seorang bidan. Setiap ibu yang tersenyum lega setelah melewati proses persalinan adalah penghargaan yang tak ternilai. Namun ironisnya, kerja besar ini sering luput dari sorotan. Kita lebih sering merayakan hasil, tanpa cukup memahami perjuangan di baliknya.

Momentum Hari Bidan Sedunia, bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bahwa peran bidan sangat fundamental dalam membangun kualitas generasi bangsa. Mereka bukan hanya membantu proses kelahiran, tetapi juga memastikan awal kehidupan yang sehat dan bermartabat.

Kalau kita bicara tentang masa depan daerah, tentang angka kematian ibu dan bayi, tentang kualitas sumber daya manusia, maka kita tidak bisa mengabaikan peran bidan. Menguatkan mereka berarti menguatkan fondasi kehidupan itu sendiri. Memberi mereka dukungan, fasilitas, dan penghargaan yang layak bukanlah pilihan, tapi keharusan.

Hari ini, Selasa 5 Mei 2026, mari berhenti sejenak dan memberi hormat kepada para bidan. Mereka mungkin tidak selalu tampil di panggung, tapi mereka selalu ada di momen paling menentukan dalam hidup manusia.

Karena di tangan merekalah, kehidupan pertama kali disambut dengan harapan, dengan doa dan dengan cinta. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

AKBP Angga Dewanto Basari Kapolres Donggala yang Memilih Dekat dengan Masyarakat

DONGGALA MEDIA…

Bidan Jadi Garda Terdepan, Pemkab Donggala Perkuat Kolaborasi Tekan Stunting dan Tingkatkan Layanan Kesehatan

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *