Hadiah Ulang Tahun Terindah di Usia 56 Tahun: Menaklukkan Fun Trail Run 5K Karampuana Towale

DONGGALA MEDIA – Ada hadiah ulang tahun yang dibungkus dengan kertas indah. Ada pula hadiah yang dibungkus dengan perjuangan, keringat, dan rasa syukur. Itulah yang saya rasakan saat mengikuti Fun Trail Run 5K Karampuana Towale di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Minggu (2/8/2026).

Semuanya bermula pada Sabtu (25/7/2026). Saat itu, anak laki-laki pertama saya yang sedang merantau di Surabaya, Jawa Timur, mengirimkan informasi melalui grup WhatsApp keluarga tentang akan digelarnya lomba Fun Trail Run 5K di Pantai Karampuana, Desa Towale.

Tanpa berpikir panjang, saya tertarik untuk ikut.

Kebetulan sejak awal Juli 2026 saya memang mulai rutin berjalan kaki sejauh lima kilometer di kawasan Kantor Bupati Donggala.

Bukan sekadar mencari keringat, tetapi sebagai ikhtiar untuk menurunkan kadar gula darah dan kolesterol jahat yang sempat tinggi.

Di usia 56 tahun, saya menyadari bahwa olahraga bukan lagi sekadar hobi. Olahraga sudah menjadi kebutuhan.

Saya ingin tetap sehat, melawan osteoporosis, mengendalikan penyakit yang saya alami, sekaligus mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik setiap malam.

Momen ini terasa semakin istimewa karena sehari sebelumnya, tepat 1 Agustus 2026, saya merayakan ulang tahun ke-56.

Anak pertama saya bahkan membiayai seluruh biaya pendaftaran lomba.

Ia mengatakan, itu adalah hadiah ulang tahun untuk saya.

Sebuah hadiah yang tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat agar saya terus menjalani hidup sehat.

Pagi itu, sekitar pukul 06.00 Wita, saya bersama istri dan anak laki-laki kedua berangkat menuju lokasi kegiatan yang berjarak sekitar 12 kilometer dari rumah kami di Kelurahan Maleni, Kecamatan Banawa.

Suasana Pantai Karampuana masih sangat sejuk. Peserta dari berbagai daerah mulai berdatangan dengan semangat yang sama, ingin menikmati olahraga sambil menikmati keindahan alam.

Setelah registrasi ulang, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.

Panitia yang terdiri dari mahasiswa KKN Universitas Tadulako Palu dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta kemudian memberikan race briefing mengenai aturan dan keselamatan selama perlombaan.

Tepat pukul 07.30 Wita, Kapolsek Banawa melepas seluruh peserta. Sorak sorai terdengar saat kami mulai berlari menyusuri lintasan.

Awalnya saya berusaha mengikuti irama langkah para peserta lainnya. Namun tidak lama kemudian saya mulai menyadari bahwa lintasan trail berbeda dengan jalan raya yang biasa saya gunakan untuk berolahraga.

Jalurnya naik turun, melewati kawasan perkebunan kelapa, jati, perkampungan masyarakat, jalan setapak, serta lintasan alam yang menguras tenaga.

Bahkan harus melalui pasir pantai dan melewati muara sungai sehingga sepatu jadi basah.

Beberapa ratus meter pertama saya masih mampu berlari. Setelah itu napas mulai terasa berat.

Saya akhirnya memilih memperlambat langkah dan lebih banyak berjalan kaki sambil mengatur napas. Sesekali saya kembali berlari ketika kondisi tubuh mulai membaik, kemudian kembali berjalan saat tenaga mulai berkurang.

Panitia menyiapkan air minum di kilometer dua dan empat, sehingga saya punya kesempatan minum dan menyiram kepala.

Saat singgah minum di kilometer dua, tanpa saya sadari, nomor dadaku 10093 terjatuh, tanpa saya temukan lagi.

Selama menelusuri rute sepanjang 5 kilometer itu, tidak ada rasa malu karena harus berjalan. Yang ada justru rasa bangga karena saya tetap melanjutkan perjalanan hingga garis finis.

Bagi saya, kemenangan terbesar hari itu bukanlah menjadi juara, melainkan mampu mengalahkan rasa lelah, melawan keinginan untuk berhenti, dan membuktikan bahwa usia bukan alasan untuk menyerah.

Sepanjang lintasan, mata saya dimanjakan oleh keindahan Pantai Karampuana dan pesona alam Desa Towale.

Deburan ombak, pepohonan hijau, dan udara segar menjadi energi tambahan yang membuat setiap langkah terasa lebih bermakna.

Saya benar-benar merasakan konsep sport tourism yang diusung dalam kegiatan ini.

Fun Trail Run 5K merupakan salah satu rangkaian Pesta Pesisir Donggala 2026 yang bertujuan memperkenalkan potensi wisata pesisir Desa Towale melalui olahraga berbasis alam.

Kegiatan ini bukan hanya tentang berlari, tetapi juga mengajak masyarakat menikmati keindahan alam, mengenal budaya lokal, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun gaya hidup sehat.

Saya juga melihat semangat kolaborasi yang luar biasa. Masyarakat, pemuda desa, mahasiswa KKN, pemerintah desa, hingga aparat keamanan bekerja sama menyukseskan kegiatan ini.

Suasananya hangat, penuh kekeluargaan, dan menjadikan seluruh peserta merasa nyaman.

Saat memasuki garis finis sekitar pukul 08.30 Wita, napas saya memang tersengal-sengal. Kaki terasa berat dan tubuh dipenuhi keringat.

Saya menempuh dengan waktu sekira 60 menit, sementara yang juara pertama putra hanya menempuh dengan waktu 20 menitan.

Walaupun finish dengan waktu tersebut, tapi masih dalam batas waktu yang dipersyaratkan oleh panitia, maksimal 90 menit.

Ketika memasuki finish, semua itu langsung terbayar ketika panitia mengalungkan medali kepada setiap peserta yang berhasil menyelesaikan lintasan.

Medali itu mungkin sederhana, tetapi bagi saya nilainya sangat luar biasa. Medali tersebut menjadi simbol perjuangan, semangat hidup sehat, dan hadiah ulang tahun terbaik yang pernah saya terima.

Saya berharap Fun Trail Run Karampuana Towale tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Semoga event ini dapat menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan minimal sekali dalam setahun.

Selain mampu mempromosikan wisata pesisir Desa Towale, kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mulai mencintai olahraga, menjaga kesehatan, dan menikmati keindahan alam Donggala dengan cara yang menyenangkan.

Karena pada akhirnya saya belajar, usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk hidup sehat tidak boleh pernah berhenti. (*)

(Teks/Foto: WAHID AGUS)

  • Related Posts

    Ketika Siswa SMP Disuruh Speaking, Tapi “My Name Is” Saja Masih Grogi
    • Agustus 14, 2026

    DONGGALA MEDIA…

    Continue reading
    Lebih Setahun Setelah Diluncurkan, Kamus Bahasa Dampelas Belum Masuk Sekolah di Donggala
    • Agustus 14, 2026

    DONGGALA MEDIA…

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *