DONGGALA MEDIA – Ada orang-orang yang datang, bekerja, lalu pergi tanpa meninggalkan kesan. Namun, ada pula yang masa tugasnya terasa begitu singkat, tetapi jejak pengabdiannya masih melekat dalam ingatan banyak orang.
Bagi saya, AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., adalah salah satunya.
Sebagai wartawan yang sehari-hari bertugas di Donggala kota, saya mengenalnya sebagai sosok yang komunikatif, tegas, dan tanggap membaca situasi daerah. Di tengah berbagai dinamika yang terjadi di Donggala, beliau tidak memilih menjaga jarak. Sebaliknya, ia membuka ruang dialog, mendengar, dan hadir di tengah masyarakat.
Waktu memang berjalan cepat. Rasanya baru kemarin beliau mengawali tugas sebagai Kapolres Donggala pada April 2025. Kini, tongkat estafet kepemimpinan telah berpindah kepada AKBP Aditya Rochaulia Suharto, sementara AKBP Angga Dewanto Basari mendapat amanah baru sebagai Wakapolres Metro Bekasi.
Banyak momen penting saat meliput kegiatan Polres Donggala, dan yang paling saya ingat, bukan hanya berbagai kegiatan seremonial atau keberhasilan pengamanan agenda daerah. Ada satu hal sederhana yang justru terasa sangat berarti, yakni Pojok Kamtibmas.
Program itu bukan sekadar tempat duduk dan secangkir kopi. Di sanalah sekat antara polisi, wartawan, dan masyarakat terasa mencair. Setiap bulan, beliau rutin menggelar coffee morning bersama wartawan Donggala yang difasilitasi oleh Seksi Humas Polres Donggala. Kami berbincang tanpa jarak, bertukar informasi, berdiskusi tentang persoalan kamtibmas, bahkan sesekali saling mengingatkan demi kepentingan masyarakat.
Bagi seorang wartawan, akses komunikasi yang terbuka seperti itu sangat berharga. Kami tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga merasakan bahwa kritik, masukan, dan pertanyaan selalu mendapat ruang untuk didengar.
Di balik sikapnya yang sederhana, perjalanan karier AKBP Angga Dewanto Basari tidaklah biasa. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2005 ini menempuh pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.) dan Magister Sains (M.Si.).
Sebelum memimpin Polres Donggala, ia ditempa di Korps Brimob, termasuk pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen A Satuan Anti Teror Pasukan Gegana hingga akhirnya dipercaya memimpin Polres Donggala.
Selama bertugas di Donggala, sejumlah inovasi lahir dari kepemimpinannya.
Program Donggala GAS (Gerakan Aman Serentak) mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari wisata, pendidikan, tempat ibadah, hingga ruang digital.
Melalui program One Day One Service, kehadiran Polri diwujudkan dalam aksi nyata setiap hari, seperti pelayanan keliling, bakti kesehatan, donor darah, hingga penyediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di bidang pelayanan hukum, lahir inovasi Es Krim Donggala (Electronic Service Reskrim Donggala) yang mendorong pelayanan penyidikan menjadi lebih mudah diakses dan transparan.
Sementara dalam mendukung program nasional ketahanan pangan, beliau juga menggerakkan para Bhabinkamtibmas untuk ikut mendampingi petani melalui penanaman hingga panen jagung di berbagai wilayah Kabupaten Donggala.
Bagi saya, semua program itu memiliki satu benang merah: menghadirkan polisi yang dekat dengan masyarakat.
Kini masa tugasnya di Donggala telah usai. Sebagai wartawan, tentu saya akan merindukan suasana coffee morning yang penuh keakraban itu. Saya percaya, komunikasi yang baik antara kepolisian dan media bukan hanya mempercepat penyampaian informasi kepada publik, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Selamat bertugas di tempat yang baru, AKBP Angga Dewanto Basari. Terima kasih atas dedikasi, keterbukaan, dan pengabdian selama memimpin Polres Donggala.
Semoga pengalaman dan semangat yang pernah ditanamkan di tanah Donggala menjadi bekal untuk terus mengabdi di mana pun amanah itu diberikan.
Sebab pada akhirnya, jabatan memang memiliki batas waktu. Namun ketulusan dalam melayani akan selalu menemukan tempat di hati masyarakat yang pernah merasakannya. (*)
(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)


