Rayakan HUT ke-18 Gerindra Donggala Tanam dan Bagikan Pohon Buah

DONGGALA MEDIA — Di tengah perayaan ulang tahun partai yang biasanya identik dengan baliho, tumpeng dan pidato penuh semangat, DPC Partai Gerindra Donggala memilih cara yang sedikit lebih teduh secara harfiah. Dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra, Ketua DPC Gerindra Donggala, Moh Yasin mengusung tema “Bergerak, Kompak, Berdampak” lewat aksi pembagian pohon buah kepada masyarakat.

Bukan sekadar seremonial foto cangkul dan senyum tiga detik untuk media sosial, kegiatan ini diarahkan sebagai investasi jangka panjang. Pohon-pohon buah yang dibagikan dan ditanam mulai dari alpukat, mangga, hingga pala diharapkan kelak tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga keteduhan yang makin langka di tengah cuaca Donggala yang belakangan makin terik.

Yasin menyebut usia 18 tahun bukan lagi usia coba-coba dalam politik.

“Kami ingin kehadiran partai benar-benar dirasakan. Tidak hanya dalam momentum pemilu, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.

Kalimat “bergerak, kompak, berdampak” memang terdengar klise kalau cuma dicetak di spanduk. Tapi di lapangan, kader dan simpatisan terlihat turun langsung membagikan bibit, menanam, membersihkan lingkungan, hingga berdialog dengan warga tentang perawatan pohon. Ada gotong royong kecil-kecilan yang terasa lebih jujur dibanding sekadar rapat koordinasi di ruangan ber-AC.

Secara ekonomi, langkah ini bukan tanpa hitungan. Pohon buah adalah tabungan hidup. Ia tidak perlu rekening, tidak perlu PIN, hanya butuh dirawat. Ketika berbuah hasilnya bisa dikonsumsi sendiri atau dijual. Dalam konteks desa dan kelurahan di Donggala, ini bisa menjadi tambahan penghasilan rumah tangga yang sederhana tapi nyata.

Di sisi lain, penanaman pohon buah juga menyentuh isu yang sering kita lupakan: krisis keteduhan. Banyak wilayah yang dulu rindang kini berubah menjadi lahan terbuka tanpa pelindung alami. Pohon bukan cuma penghasil oksigen, tapi juga penurun suhu dan penahan erosi. Di daerah pesisir seperti Donggala, keberadaan pohon bahkan berkontribusi pada ketahanan lingkungan.


Perayaan HUT partai politik dengan agenda ekologis seperti ini tentu bukan hal baru. Tapi tetap saja, langkah kecil yang konsisten lebih berarti daripada janji besar yang tidak pernah ditanam.

Sejumlah warga mengaku menyambut baik kegiatan tersebut. Selain mendapat bibit gratis, mereka juga merasa dilibatkan dalam perayaan yang tak eksklusif. Tidak ada panggung tinggi yang memisahkan elite dan rakyat. Yang ada hanya tanah, cangkul dan harapan bahwa beberapa tahun ke depan pohon-pohon itu akan berbuah.

Tentu, publik tetap berhak kritis. Menanam pohon lebih mudah daripada menjaga komitmen politik agar tetap tumbuh lurus. Tapi setidaknya dalam momentum 18 tahun ini Gerindra Donggala memilih simbol yang konkret: pohon. Pohon tidak bisa berbohong tentang hasil. Jika dirawat, ia berbuah. Jika diabaikan, ia mati.

Dan mungkin, itu juga pesan yang ingin disampaikan: politik yang baik mestinya seperti pohon buah. Berakar di masyarakat, tumbuh bersama, memberi hasil dan menghadirkan keteduhan.

Di usia yang ke-18, DPC Gerindra Donggala mencoba menunjukkan bahwa bergerak itu bukan hanya soal langkah kaki, kompak bukan sekadar barisan rapi dan berdampak bukan cuma jargon. Kadang, dampak itu tumbuh pelan-pelan: dari lubang kecil di tanah, tempat sebuah pohon ditanam dengan harapan yang besar.*

(Teks: Aulia AM / Foto: Wahid Agus / Editor: Wahid Agus)

Related Posts

Petani Pembibit di Donggala Dorong Kemandirian Bibit Buah Bersertifikat

DONGGALA MEDIA…

Dua Harapan dari Banawa Gugur, Sepak Bola Donggala Ciptakan Luka

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *