PKA Angkatan XXI Sulteng Studi Lapangan di Donggala, Dalami Inovasi Pariwisata dan Perikanan

DONGGALA MEDIA – Kabupaten Donggala menjadi salah satu lokasi studi lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XXI Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut untuk melihat langsung praktik tata kelola pemerintahan dan inovasi pelayanan publik yang diterapkan Pemkab Donggala.

Kunjungan berlangsung di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Senin (10/8/26). Rombongan peserta dan pendamping dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Tengah diterima Wakil Bupati (Wabup) Donggala Taufik M. Burhan, mewakili Bupati Donggala Vera Elena Laruni, bersama jajaran pemerintah daerah.

Wabup Taufik mengatakan, studi lapangan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara pemerintah daerah dengan peserta PKA. Kegiatan juga dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur dalam menghadapi persoalan pemerintahan secara langsung.

Pemkab Donggala, kata dia, menyambut peserta studi lapangan bukan sekadar sebagai tamu. Namun sebagai bagian dari proses bersama untuk belajar sekaligus menguji gagasan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan.

Kepala BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah Abdul Haris Karim, menjelaskan studi lapangan merupakan tahapan penting dalam pelaksanaan PKA. Peserta tidak hanya mendapatkan materi di ruang kelas, tetapi juga pengalaman langsung mengenai praktik terbaik yang diterapkan pemerintah daerah.

“Pemerintah Kabupaten Donggala dipilih sebagai lokasi studi lapangan karena dinilai memiliki inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Sejumlah capaian Pemkab Donggala menjadi bagian dari pembelajaran peserta. Di antaranya penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Pratama serta Inagara Award dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI atas komitmen dalam pengembangan inovasi administrasi publik dan tata kelola berkelanjutan.

Dalam studi lapangan tersebut, peserta diarahkan ke dua lokus pembelajaran. Yakni Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Donggala serta Dinas Perikanan Kabupaten Donggala.

Dua sektor tersebut dipilih untuk melihat langsung pengembangan pariwisata berbasis budaya serta penguatan sektor perikanan melalui program dan inovasi daerah.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, dalam sambutannya yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa studi lapangan tidak sebatas melihat program yang sudah berjalan. Lebih dari itu, peserta diminta memahami bagaimana sebuah sistem pemerintahan bekerja di tengah berbagai keterbatasan.

“Studi lapangan bukan tentang melihat apa yang sudah baik, tetapi memahami bagaimana sebuah sistem bekerja dalam keterbatasan,” pesannya.

Menurut Bupati Vera, Donggala masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai keterbatasan fiskal, kerentanan terhadap bencana, hingga disparitas antarwilayah.

Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Pemkab Donggala terus mendorong pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan perikanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga mengingatkan bahwa kepemimpinan birokrasi tidak hanya dibentuk melalui teori dan ruang rapat. Kemampuan seorang pemimpin justru diuji ketika berhadapan dengan persoalan, tekanan, serta keterbatasan sumber daya.

Karena itu, peserta PKA diharapkan mampu mengidentifikasi praktik baik, mengkritisi kelemahan secara konstruktif, sekaligus merumuskan solusi yang sesuai dengan kondisi di unit kerja masing-masing.

Aparatur, lanjutnya, dituntut untuk adaptif dan responsif. Bukan sekadar mampu menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Donggala, yakni “Donggala Sejahtera, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.”

Selain kemampuan teknis dan inovasi, Bupati Vera menekankan pentingnya integritas serta prinsip good governance. Keduanya dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Peserta PKA Angkatan XXI Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 40 orang yang berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Banggai, Kabupaten Morowali, Kabupaten Tolitoli, dan Kabupaten Buol.

Para peserta didampingi 10 orang penyelenggara dari BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah.

Melalui studi lapangan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang catatan mengenai program yang telah berjalan di Donggala. Namun juga mendapatkan perspektif baru mengenai bagaimana inovasi, kepemimpinan, dan tata kelola pemerintahan dapat diterapkan sesuai tantangan di daerah masing-masing.

Kegiatan turut dihadiri Kepala BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah beserta jajaran, para widyaiswara, panitia dan peserta PKA Angkatan XXI, serta pimpinan perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Donggala. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Puskesmas Lompeta Singgani Tambu Klarifikasi Isu Penolakan Pasien Karena Tak Miliki NIK
  • September 8, 2026

DONGGALA MEDIA…

Continue reading
Rp30,2 Miliar Digelontorkan untuk Bangun 6 Kampung Nelayan Merah Putih di Donggala
  • September 3, 2026

DONGGALA MEDIA…

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *