Petani Pembibit di Donggala Dorong Kemandirian Bibit Buah Bersertifikat

DONGGALA MEDIA — Upaya mewujudkan kemandirian sektor hortikultura di Kabupaten Donggala terus didorong dari tingkat petani. Salah satunya melalui pengembangan usaha pembibitan buah-buahan yang berkualitas dan bersertifikat.

Ketua Bidang Tanaman Hortikultura dan Perkebunan KTNA Kabupaten Donggala, Suardin Tiola, yang juga menjabat Sekretaris Kelompok Penangkaran Bibit Berkah Tani Sindue, mengungkapkan pada Jumat (17/4/2026) bahwa saat ini usaha pembibitan yang mereka jalankan masih berada pada tahap pengembangan.

“Masih dalam tahap perbanyakan bibit dari sumber pohon induk yang disertifikasi oleh Balai Benih, sekaligus pengadaan pohon induk berlabel putih dan ungu dari produsen resmi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa jenis bibit buah yang paling diminati petani di Donggala antara lain durian, alpukat, mangga dan nangka. Namun, untuk saat ini pihaknya baru memproduksi alpukat jenis ijo panjang yang telah memenuhi standar layak sebar dari Balai Sertifikasi Benih.

Dalam menjaga kualitas, Suardin menegaskan bahwa proses pembibitan dilakukan sesuai standar teknis dengan pengawasan dari lembaga sertifikasi. Bibit yang dihasilkan berasal dari pohon induk bersertifikat dan melalui tahapan yang ketat.

“Pengawasan dan pemantauan dilakukan secara berkala oleh pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Salah satu yang paling utama adalah keterbatasan pohon induk bersertifikat serta minimnya jumlah produsen bibit yang memiliki legalitas resmi di Donggala.

“Ketersediaan bibit juga sangat bergantung pada anggaran pengadaan serta kesesuaian lahan dan pendampingan tenaga teknis di lapangan,” tambahnya.

Suardin juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam mendorong tumbuhnya produsen bibit bersertifikat.

Menurutnya, selama ini para penangkar bibit pemula masih bergerak secara mandiri tanpa dukungan maksimal, meski memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan petani.

“Kami berharap pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, bisa memberikan perhatian dan dukungan nyata. Donggala ini penyangga utama IKN, jadi kebutuhan bibit unggul harus disiapkan dari sekarang,” tegasnya.

Ia menilai, jika jumlah pohon induk bersertifikat terus ditingkatkan, maka Donggala sangat berpotensi mandiri dalam penyediaan bibit buah berkualitas, tanpa harus bergantung dari luar daerah.

Lebih jauh, Suardin menekankan bahwa pengembangan usaha pembibitan tidak hanya berdampak pada ketersediaan bibit, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Usaha ini bisa berjalan beriringan dengan budidaya. Petani dapat hasil dari kebun, sekaligus dari penyediaan bibit,” jelasnya.

Terkait isu kualitas bibit di lapangan, ia menilai bahwa program pemerintah pada dasarnya telah melalui perencanaan dan standar yang jelas. Namun, pengawasan tetap perlu diperketat untuk menghindari peredaran bibit yang tidak memenuhi standar.

“Kalau ada bibit yang tidak sesuai, petani berhak menolak. Dan jika kualitas bibit buruk, yang bertanggung jawab adalah produsen dan penyedia,” pungkasnya.

Ke depan, ia berharap pemerintah daerah dapat lebih memberdayakan produsen bibit lokal yang telah memiliki legalitas, sekaligus mendukung pengadaan dan pengembangan pohon induk bersertifikat.
Dengan langkah tersebut, ketersediaan bibit buah berkualitas di Donggala diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi pilar penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani.*

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Dua Harapan dari Banawa Gugur, Sepak Bola Donggala Ciptakan Luka

DONGGALA MEDIA…

Tambang Ilegal di Kabupaten Donggala Ditertibkan

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *