Legislator PAN Donggala Irmayani Dorong Program “Sayang PuAN” dan Penguatan Perlindungan Perempuan

DONGGALA MEDIA – Anggota DPRD Kabupaten Donggala dari Fraksi PAN, Irmayani, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan penguatan perlindungan perempuan dan anak melalui inisiatif program bertajuk “Sayang PuAN Donggala”.

Irmayani menyampaikan, program tersebut saat ini masih dalam tahap inisiasi di internal fraksi, namun akan terus didorong agar dapat segera direalisasikan sebagai langkah konkret menghadirkan perlindungan yang lebih efektif bagi kelompok rentan.

“Kami mendorong penguatan layanan perlindungan perempuan dan anak melalui program ‘Sayang PuAN Donggala’. Walaupun masih tahap awal, kami akan fokus pada peningkatan anggaran pemberdayaan perempuan serta memastikan program tidak berhenti pada seremoni semata,” ujar Irmayani.

Ia menegaskan, Fraksi PAN berkomitmen agar setiap regulasi yang dibahas di DPRD memiliki perspektif gender, terutama yang menyentuh kebutuhan perempuan di wilayah pedesaan, seperti akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan hukum.

Sebagai bagian dari fungsi legislasi dan pengawasan, Irmayani juga menyatakan dirinya aktif mendorong lahirnya regulasi perlindungan perempuan dan anak, sekaligus mengawal berbagai kasus yang melibatkan kelompok rentan.

Ia berharap, ke depan setiap laporan kasus tidak hanya berhenti pada tahap administrasi, tetapi disertai pendampingan yang nyata.

Di sektor ekonomi, Fraksi PAN turut mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai program pemberdayaan, seperti kelompok tani (Gapoktan) dan UMKM berbasis keterampilan maupun industri rumahan.

Dukungan juga diberikan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang UMKM di Kabupaten Donggala.

“Ranperda ini diharapkan mampu membuka akses permodalan dan pemasaran, sehingga perempuan bisa mandiri secara ekonomi dan tidak hanya menjadi objek pembangunan,” jelasnya.

Irmayani mengakui, posisi tawar perempuan saat ini masih belum ideal. Namun, upaya perbaikan terus dilakukan melalui penganggaran yang responsif gender agar program-program perempuan tidak terpinggirkan dalam pembahasan APBD.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam perjuangan tersebut adalah budaya patriarki yang masih kuat serta minimnya kepercayaan terhadap peran perempuan.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya konsistensi kerja, komunikasi yang intens, serta pembuktian melalui hasil nyata di masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Indikatornya jelas, seperti berkurangnya kasus kekerasan yang tidak tertangani, meningkatnya partisipasi ekonomi perempuan, serta kemudahan akses layanan,” katanya.

Lebih lanjut, Irmayani mengungkapkan bahwa konsep “Sayang PuAN Donggala” sejatinya telah lama ada, namun kini tengah diupayakan untuk dikemas ulang dengan pendekatan yang lebih familiar dan mudah diterima masyarakat.

Sebagai solusi atas kesenjangan yang masih terjadi, ia mendorong pemerataan program hingga ke tingkat akar rumput, termasuk pelibatan aparat desa agar kebijakan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini, Irmayani juga menyoroti terpilihnya Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Donggala, sebagai simbol nyata kemajuan perjuangan perempuan.

Ia menilai, kepemimpinan perempuan di tingkat daerah merupakan wujud konkret dari semangat emansipasi yang diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini.

“Saya percaya setiap dari kita akan berusaha memberikan yang terbaik demi kesejahteraan perempuan di Kabupaten Donggala,” pungkasnya.*

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Hari Lahir Pancasila di Donggala, BPIP Ingatkan Nilai Pancasila Tak Sekadar Seremoni

DONGGALA MEDIA…

Gagal Raih Apresiasi Kemendagri, Ketua Komisi I DPRD Donggala Minta Pemkab Fokus Benahi Inflasi, Kemiskinan dan Pengangguran

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *