Ketua Komisi I DPRD Donggala: Digitalisasi Pendidikan dengan Google Harus Hapus Kesenjangan Sekolah

DONGGALA MEDIA — Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Donggala Muhammad Irvan menegaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Donggala dan Google Indonesia melalui program Google For Education harus menjadi solusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menghapus kesenjangan kualitas sekolah di Donggala.

Hal itu disampaikan Muhammad Irvan saat menjawab sejumlah pertanyaan Donggala Media terkait pandangan DPRD terhadap implementasi Memorandum of Understanding (MoU) digitalisasi pendidikan antara Pemkab Donggala dan Google Indonesia, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, DPRD Donggala memastikan program tersebut akan berjalan sesuai harapan sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Donggala.

“DPRD Donggala memastikan program ini berjalan dengan baik sebagai salah satu upaya memajukan mutu pendidikan dan peningkatan IPM di Kabupaten Donggala,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DPRD bersama pemerintah daerah telah melakukan pemetaan wilayah terkait kesiapan pelaksanaan program digitalisasi pendidikan tersebut.

Pada tahap awal, setiap kecamatan direncanakan memiliki minimal satu sekolah yang dijadikan pilot project.

“Yang pertama dipersiapkan adalah tenaga guru minimal tiga orang, perangkat elektronik seperti Chromebook, dan jaringan internet. Kita sudah berhitung dan sebagian besar sekolah sebenarnya sudah siap,” jelasnya.

Muhammad Irvan menegaskan DPRD tidak hanya mendukung secara politik, tetapi juga akan terlibat langsung dalam pengawasan program agar benar-benar memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas pendidikan daerah.

“DPRD akan terlibat langsung dalam pengawasan program ini untuk memastikan program berjalan baik dan bermanfaat besar bagi kemajuan pendidikan di Donggala,” katanya.

Terkait kesiapan sumber daya manusia, ia menilai kondisi pendidikan Donggala secara umum cukup siap memasuki era digitalisasi pembelajaran.

Menurutnya, sebagian besar peserta didik saat ini telah mampu mengoperasikan perangkat elektronik.

“Kalau untuk tenaga pendidik sebenarnya kita tidak kurang. Jumlah guru di Donggala kurang lebih 7.000 orang, hanya saja distribusinya belum merata. Karena itu Dinas Pendidikan dan Pora harus kembali mendata kebutuhan guru di setiap sekolah,” ungkapnya.

Ia menyebut indikator keberhasilan program tersebut adalah terbentuknya Sekolah Rujukan Google (SRG), yakni sekolah yang seluruh proses kegiatan belajar mengajarnya sudah berbasis digital.

“Indikatornya adalah terbentuknya sekolah rujukan Google dalam proses KBM, di mana peserta didik dan gurunya sudah menggunakan sistem digital,” terangnya.

Ketua Komisi Muhammad Irvan juga menegaskan bahwa program digitalisasi pendidikan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai target yang telah disusun pemerintah daerah.

Menurutnya, Kabupaten Donggala memiliki aset sumber daya manusia yang sangat potensial dalam mendukung transformasi pendidikan digital, salah satunya Andi Fahrul yang telah mengantongi sertifikasi Google Certified Trainer (GCT).

“Beliau adalah aset kita di Donggala dan tentu akan diberikan ruang serta difasilitasi demi kemajuan kualitas pendidikan di Donggala,” tegasnya.

Ia menambahkan, implementasi digitalisasi pendidikan tidak terlalu membebani daerah karena sekolah cukup memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia saat ini.

“Program digitalisasi pendidikan ini tidak terlalu berat karena tinggal memanfaatkan fasilitas yang sudah ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Komisi 1 Muhammad Irvan menilai tujuan utama digitalisasi pendidikan adalah menghilangkan kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah di Kabupaten Donggala.

“Harapannya semua sekolah memiliki kualitas pendidikan yang sama dan tidak ada lagi kesenjangan,” katanya.

DPRD Donggala, lanjut dia, memastikan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut agar berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kami akan terus mengawasi dan mengevaluasi program ini serta memastikan benar-benar berjalan dengan baik,” tutupnya. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Ketua DPRD Donggala Dorong Buku Harmoni dengan Alam Jadi Acuan Kebijakan, Soroti Konflik Regulasi hingga Ekonomi Hijau

DONGGALA MEDIA…

Pertama Bertugas Kapolres Aditiya Minta Dukungan Forkopimda Donggala

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *