Kadisdikpora Donggala Tanggapi Kritik Tur Lapangan: “Bukan Seremonial, Ini Pemetaan Masalah dan Awal Perubahan”

DONGGALA MEDIA — Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, angkat bicara menanggapi kritik atas kegiatan kunjungan lapangan ke sejumlah sekolah di Kecamatan se Kabupaten Donggala, yang dinilai berpotensi menjadi agenda seremonial tanpa dampak nyata.

Kadis Ansyar menegaskan, kunjungan tersebut justru merupakan langkah awal yang krusial, mengingat dirinya baru menjabat sekitar dua bulan terakhir.

“Berhubung saya baru menjabat, maka sangat penting bagi kami untuk mengetahui permasalahan, memetakan persoalan, menjaring aspirasi serta menyamakan persepsi,” ujarnya.

Ia tidak menampik bahwa di balik aktivitas belajar mengajar yang berjalan, masih terdapat persoalan mendasar dalam dunia pendidikan di Donggala.
Menurutnya, masalah bukan hanya pada sarana-prasarana, tetapi juga menyangkut kualitas proses pembelajaran.

“Kita masih sekolah tapi tidak belajar. Kepedulian pendidik kepada murid masih rendah, dampak dari belajar belum maksimal, capaian literasi dan numerasi juga masih rendah. Ini yang akan kami benahi dengan mengubah mindset bekerja, fokus pada dampak bukan sekadar administratif,” tegasnya.

Terkait kondisi sarana-prasarana (sarpras), Ansyar menyebut persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Donggala, tetapi juga menjadi tantangan nasional. Namun demikian, pihaknya mendorong optimalisasi program revitalisasi sekolah sebagai solusi konkret.

“Kalau bicara sarpras, hampir seluruh sekolah di Indonesia bermasalah, apalagi di Donggala. Solusi seperti program revitalisasi harus dioptimalkan agar wajah sekolah berubah, lebih indah dan nyaman untuk proses belajar mengajar. Kuncinya ada pada tata kelola yang baik,” jelasnya.

Menjawab kritik soal perlunya sistem monitoring berbasis data, Ansyar menyebut pihaknya mulai membangun sistem digitalisasi pendidikan sebagai salah satu strategi percepatan.

“Alhamdulillah, kurang lebih dua bulan saya sudah menyelesaikan kunjungan ke 16 kecamatan di Donggala. Ini untuk mendapatkan potret riil di lapangan. Kesimpulan awal, digitalisasi pendidikan menjadi salah satu alternatif untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah aplikasi telah dikembangkan untuk mempermudah monitoring dan evaluasi capaian pendidikan, serta membantu guru dan tenaga kependidikan dalam pengurusan administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor dinas.
Dalam hal konsistensi pelaksanaan program, Ansyar mengakui bahwa tantangan terbesar bukan pada gagasan, melainkan pada komitmen bersama dalam menjalankan rencana yang telah disusun.

“Pemetaan aktor pendidikan sangat penting dan sementara kami proses peta jalannya agar semua berperan. Terkait konsistensi, semua harus berkomitmen dan saling mengingatkan agar peta jalan dilaksanakan sesuai tahapannya. Kebersamaan adalah kunci keberhasilan,” ujarnya.

Ia juga merespons sejumlah rekomendasi seperti transparansi data sarpras, evaluasi berbasis hasil belajar, penguatan peran pengawas, hingga kepastian anggaran. Menurutnya, langkah-langkah tersebut saat ini sedang berjalan.

“Semua uraian di atas on progress, bahkan ada yang sudah dijalankan,” katanya singkat.

Ansyar memastikan, kunjungan lapangan yang dilakukan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi perubahan di sektor pendidikan Donggala.

“Kunjungan ini menjadi titik tekan untuk perubahan. Kami juga terbuka untuk diskusi lebih detail agar semakin banyak ide dan gagasan peningkatan mutu pendidikan dapat dirumuskan dan dijalankan bersama,” tutupnya.

Ia kembali menegaskan komitmennya dengan satu pesan utama: “Kebersamaan adalah keberhasilan.” (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Hari Lahir Pancasila di Donggala, BPIP Ingatkan Nilai Pancasila Tak Sekadar Seremoni

DONGGALA MEDIA…

Gagal Raih Apresiasi Kemendagri, Ketua Komisi I DPRD Donggala Minta Pemkab Fokus Benahi Inflasi, Kemiskinan dan Pengangguran

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *