DONGGALA MEDIA – Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) resmi menjalin Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Google for Education sebagai langkah mempercepat transformasi pendidikan digital di daerah.
Kepala Disdikpora Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, pada Rabu (13/5/2026), menegaskan kerja sama tersebut tidak sekadar formalitas penggunaan platform digital, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi di sekolah-sekolah Donggala.
Menurut Ansyar, terdapat tiga poin mendasar yang menjadi fokus utama implementasi awal MoU tersebut, yakni pemanfaatan fitur belajar Google, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta mewujudkan Sekolah Referensi Google (SRG) di Kabupaten Donggala.
“Fokus kerja sama ini ada pada pemanfaatan fitur belajar Google, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta mewujudkan Sekolah Referensi Google di Donggala,” ujar Ansyar.
Ia menjelaskan, bentuk komitmen dari Google Indonesia dalam kerja sama ini berupa pendampingan terhadap sekolah-sekolah yang nantinya diarahkan menjadi Sekolah Referensi Google.
Pendampingan itu mencakup penguatan sistem pembelajaran digital dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik sesuai standar Google.
Dari sisi pemerintah daerah, Disdikpora memiliki kewajiban mendorong para guru dan tenaga kependidikan agar mengikuti peningkatan kompetensi sesuai standar yang ditetapkan Google.
“Pemerintah daerah harus mendorong pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti peningkatan kompetensi sesuai standar Google,” katanya.
Terkait mekanisme penunjukan sekolah pilot project, Ansyar menyebut penetapan Sekolah Referensi Google akan dilakukan berdasarkan standar khusus yang telah ditentukan pihak Google.
Implementasi program juga tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap sesuai hasil pemetaan kompetensi Google terhadap sekolah-sekolah di Donggala.
“Program ini dilakukan bertahap sesuai hasil pemetaan kompetensi Google,” jelasnya.
Ansyar mengakui kesiapan infrastruktur digital di sekolah-sekolah Donggala masih beragam. Namun sebagian sekolah dinilai sudah memiliki sarana pendukung yang memadai, mulai dari jaringan internet, akun belajar, hingga perangkat penunjang pembelajaran digital.
“Sebagian sudah terpenuhi sesuai sarana yang tersedia di sekolah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program ini, Disdikpora juga menyiapkan peran strategis bagi SDM lokal yang telah memiliki kompetensi internasional. Salah satunya adalah Andi Fahrul yang disebut sebagai satu-satunya guru di Donggala yang telah bersertifikasi Google Certified Trainer.
Menurut Ansyar, Andi Fahrul akan menjadi aktor utama dalam mewujudkan Sekolah Referensi Google di Kabupaten Donggala sekaligus menjadi trainer utama dalam peningkatan kapasitas guru.
“Tidak ada kewajiban seluruh guru mengikuti pelatihan, tetapi trainer utama di daerah adalah bapak Andi Fahrul,” katanya.
Disdikpora Donggala juga tengah menyiapkan regulasi turunan agar implementasi program memiliki dasar operasional yang jelas di sekolah-sekolah. Saat ini, pemerintah daerah sedang menyusun Peraturan Bupati terkait implementasi Google for Education tersebut.
Di sisi lain, tantangan ketimpangan akses digital di wilayah terpencil juga menjadi perhatian.
Untuk mengatasi hal itu, Disdikpora akan memberdayakan sarana yang telah tersedia di sekolah, termasuk pemanfaatan papan interaktif digital dan jaringan internet Starlink bantuan Presiden Prabowo Subianto.
Terkait pembiayaan, Ansyar menegaskan penggunaan fitur belajar Google pada dasarnya tidak berbayar.
Namun pemerintah daerah tetap perlu menyiapkan dukungan anggaran melalui APBD, khususnya dalam pengembangan Sekolah Referensi Google.
“Pembiayaan daerah dibutuhkan dalam pengembangan Sekolah Referensi Google,” tegasnya.
Meski belum ada target kuantitatif seperti jumlah guru tersertifikasi atau jumlah sekolah digital yang harus dicapai, Disdikpora memastikan indikator utama keberhasilan program adalah terwujudnya Sekolah Referensi Google di Donggala.
“Nantinya indikator keberhasilan program ini adalah berhasil mewujudkan Sekolah Referensi Google di Donggala,” tutup Ansyar. (*)
(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)


