DONGGALA MEDIA – Pemerintah Kabupaten Donggala terus mengawal percepatan penyelesaian Proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tambu–PLTU Palu 3 (Energize 2026). Namun, percepatan pembangunan itu diminta tetap mengedepankan keterbukaan dan keadilan bagi masyarakat yang lahannya terdampak.
Hal itu ditegaskan Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, saat menghadiri Rapat Lanjutan Forum Koordinasi Percepatan Penyelesaian Proyek SUTT 150 kV Tambu–PLTU Palu 3 di Kantor Camat Sindue Tombusabora, Desa Tibo, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kamis (9/7/2026).
Dalam arahannya, Bupati Vera menyebut forum tersebut menjadi tahapan krusial setelah proses penilaian kompensasi lahan selesai dilakukan. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini bukan lagi penambahan wacana, melainkan kepastian langkah dan penyelesaian di lapangan.
“Yang kita butuhkan sekarang bukan lagi wacana tambahan, tetapi kejelasan langkah dan kepastian di lapangan,” tegasnya.
Bupati menekankan, hasil penilaian kompensasi bukan akhir dari proses, melainkan dasar untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Karena itu, setiap pertanyaan maupun keberatan warga harus dijawab secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia meminta hasil penilaian disampaikan secara utuh, termasuk dasar perhitungannya. Selain itu, pemerintah dan pihak terkait diminta membuka ruang klarifikasi yang substantif bagi masyarakat yang masih memiliki keberatan.
Bupati Vera juga mengingatkan pentingnya pendekatan dialogis dengan melibatkan pemerintah desa serta tokoh masyarakat sebagai penghubung antara pemerintah dan warga. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan proyek strategis tersebut.
“Pembangunan harus berjalan, tetapi keadilan tidak boleh ditinggalkan. Proyek harus selesai, namun kepercayaan masyarakat harus tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sindue Tombusabora, Azlia, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pemerintah Kabupaten Donggala bersama seluruh pihak terkait. Ia berharap masyarakat penerima kompensasi dapat memahami hasil penilaian yang telah disosialisasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tengah, Qadri, menjelaskan proyek SUTT Tambu–PLTU Palu 3 akan melintasi 31 desa dengan kebutuhan pembangunan sekitar 200 tower transmisi.
Menurutnya, hingga kini proses penyelesaian telah berjalan di 28 desa, termasuk wilayah Kecamatan Sindue Tombusabora. Sedangkan tiga desa lainnya, yakni Desa Enu, Desa Kavaya, dan Desa Marana, ditargetkan segera menyelesaikan tahapan yang masih berlangsung.
Qadri menambahkan, keberadaan jaringan SUTT tersebut diharapkan mampu meningkatkan stabilitas tegangan listrik sekaligus mengurangi gangguan kelistrikan yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Ia juga meminta dukungan seluruh pihak, terutama dalam penertiban ruang bebas (right of way) jalur transmisi agar pekerjaan dapat berjalan sesuai target. Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dinilai menjadi kunci percepatan penyelesaian proyek strategis nasional tersebut. (*)
(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)


