DONGGALA MEDIA – Anggota DPRD Kabupaten Donggala dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kecamatan Tanantovea, Labuan, Sindue dan Sindue Tombusabora, Nurjanah mengaku senang melihat para petani mulai menerima bantuan benih jagung BISI 18 yang disalurkan pemerintah.
Menurut Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Donggala itu, bantuan benih tersebut memang sangat dinantikan para petani karena kualitasnya dinilai sangat baik dan mampu meningkatkan hasil produksi jagung masyarakat.
“Senang sekali rasanya melihat petani yang sudah menerima benih jagung BISI 18. Bantuan ini yang ditunggu-tunggu petani karena benih jagung ini berisi, berat dan kinclong. Ibarat wanita yang mempunyai wajah cantik, itulah hasil jagung BISI 18,” ujar Nurjanah saat diwawancarai Donggala Media pada Senin (25/5/2026).
Ia mengatakan, dengan kualitas benih yang baik, para petani di Kabupaten Donggala tidak akan kalah bersaing dengan daerah lain. Bahkan di Kecamatan Labuan, kata dia, sejumlah kelompok tani sudah mulai melakukan gerakan tanam setelah menerima bantuan pemerintah tersebut.
Nurjanah juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Donggala yang dinilai telah memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan para petani, khususnya dalam penyediaan bantuan benih jagung unggul.
“Terima kasih kepada ibu bupati yang sudah memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan para petani,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pembagian benih jagung BISI 18 dilakukan secara merata kepada kelompok tani di berbagai wilayah, termasuk kelompok tani milenial dan generasi Z, dengan tetap melalui proses verifikasi kesiapan lahan dan kesiapan tanam.
“Pembagian benih jagung BISI 18 ini betul-betul menyebar ke seluruh penjuru kelompok tani, baik poktan milenial atau Gen Z maupun poktan lainnya. Tetap diverifikasi yang siap lahan dan siap menanam,” jelasnya.
Dalam fungsi pengawasan sebagai anggota DPRD, Nurjanah mengaku terus turun menemui kelompok tani secara persuasif untuk memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Ia juga terus memberikan motivasi kepada para ketua kelompok tani agar serius mengawal program tersebut.
Nurjanah turut menyampaikan pesan dan imbauan kepada seluruh aparat pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa agar ikut mendampingi kegiatan pertanian mulai dari masa tanam hingga panen.
“Himbauan untuk kapolsek, camat, kades, kadus dan seluruh aparat desa untuk mendampingi kegiatan ini dari tanam sampai panen. Kades wajib mengirimkan foto tanam, pertumbuhan dan panen, serta membangun kerja sama atau kolaborasi dengan penyuluh,” tegasnya.
Ia menambahkan, potensi usaha jagung di wilayah Donggala sangat menjanjikan. Bahkan menurut pengalamannya, pembeli jagung sering datang langsung ke petani sebelum masa panen tiba.
“Kalau berbicara jagung, saya ini tinggal di pertengahan sawah dan kebun. Pembeli jagung itu datang sendiri, bahkan lebih banyak baru ditanam jagungnya sudah ada yang booking. Jadi kalau pembeli baru tanpa investasi atau kedekatan emosional dengan petani itu susah dapat jagung, karena jagung itu belum panen sudah bertuan,” ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat, Nurjanah menegaskan dirinya akan terus melakukan pendekatan kepada kelompok tani untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi, terutama bagi petani yang belum melakukan penanaman.
“Sebagai wakil rakyat tetap berusaha melakukan pendekatan per individu kelompok. Kalau ada yang belum menanam, apa kendalanya akan kita cari solusinya bersama,” pungkasnya. (*)
(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)


