Dinas Perikanan Donggala Salurkan Bantuan Ikan untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

DONGGALA MEDIA – Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Perikanan terus memperkuat langkah konkret menekan angka stunting dan kemiskinan melalui aksi konvergensi pelayanan bagi keluarga berisiko stunting. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ir. Ali Assagaf, S.Pi., M.H., dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda pada Rabu (6/5/2026).

Kegiatan pertama berlangsung pukul 12.00 WITA di Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, dengan sasaran 75 Kepala Keluarga (KK). Selanjutnya, pada pukul 14.00 WITA kegiatan dilanjutkan di Kelurahan Maleni dengan menjangkau 117 KK.

Ali Assagaf menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari strategi konvergensi lintas sektor dengan menyandingkan data keluarga berisiko stunting dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan P2KB dengan data keluarga miskin desil 1 dan desil 2 dari Bappeda Kabupaten Donggala.

“Pendekatan ini dilakukan agar intervensi tepat sasaran. Jadi dalam satu kegiatan, kita bisa sekaligus menyasar keluarga berisiko stunting dan keluarga miskin ekstrem agar mendapat manfaat secara bersamaan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah keluarga yang terlayani dalam aksi konvergensi ini mencapai 191 KK dari dua kelurahan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan bahan baku ikan segar serta produk olahan perikanan. Untuk Kelurahan Gunung Bale, disalurkan sebanyak 225 kilogram ikan segar dan 150 kemasan produk olahan berupa abon ikan dan stik ikan. Sementara di Kelurahan Maleni, bantuan yang disalurkan mencapai 350 kilogram ikan segar serta 234 kemasan olahan perikanan.

Ali Assagaf menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga edukatif. Masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang kaya Omega-3, guna mendukung pertumbuhan anak dan mencegah stunting.

“Target kita adalah mendorong konsumsi ikan masyarakat mencapai 61,62 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Ini penting untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga,” jelasnya.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya Bappeda Kabupaten Donggala, pendamping P2KB tingkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petugas puskesmas setempat sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.

Lebih lanjut, Ali Assagaf mengungkapkan bahwa program ini juga sejalan dengan target pemerintah daerah dalam menurunkan angka keluarga berisiko stunting sebesar 15,5 persen serta menekan angka kemiskinan desil 1 dan 2 hingga 10,3 persen.

Selain penyaluran bantuan, masyarakat juga diberikan edukasi terkait pemanfaatan lahan pekarangan melalui konsep ekonomi sirkular. Salah satunya adalah budidaya udang vaname dengan sistem budikdamber (budidaya dalam ember).

“Ini merupakan bagian dari visi Bupati Donggala, Vera Elena, dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kita dorong warga tidak hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga menjadi pelaku usaha produktif,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Donggala memiliki potensi kuat dari sisi hulu, seperti ketersediaan benih udang vaname dari Towale Limboro Prima Sulawesi serta benih ikan nila dari Balai Benih Ikan (BBI) Rano.

“Dengan kesiapan di sektor hulu ini, kita berharap masyarakat di sektor hilir dapat memanfaatkan peluang usaha melalui budidaya perikanan berbasis pekarangan yang bernilai ekonomi,” pungkasnya. (*)

(Teks/Editor/Foto: WAHID AGUS)

Related Posts

Ketua DPRD Donggala Dorong Buku Harmoni dengan Alam Jadi Acuan Kebijakan, Soroti Konflik Regulasi hingga Ekonomi Hijau

DONGGALA MEDIA…

Pertama Bertugas Kapolres Aditiya Minta Dukungan Forkopimda Donggala

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *