Dua Harapan dari Banawa Gugur, Sepak Bola Donggala Ciptakan Luka

DONGGALA MEDIA – Harapan masyarakat Donggala untuk melihat dua wakil terbaiknya berbicara banyak di Liga 4 regional Sulawesi Tengah harus pupus lebih cepat.

Dua tim asal Kecamatan Banawa, Persido Donggala dan Sinar Laut FC, sama-sama tersingkir di fase grup, menyisakan kekecewaan yang terasa begitu dalam bagi para pecinta sepak bola daerah ini.

Khusus bagi Persido Donggala, kegagalan ini terasa jauh lebih menyakitkan.

Tim yang datang dengan status berpengalaman justru tampil jauh dari ekspektasi. Dari dua pertandingan yang dijalani, Persido tidak mampu meraih satu pun poin. Bahkan, kekalahan telak 0-5 dari Persigi menjadi pukulan paling keras, bukan hanya bagi tim, tetapi juga bagi para pendukung setianya.

Di kalangan suporter, kekecewaan itu terdengar jelas. Kekalahan dalam sepak bola memang hal biasa, namun tidak dengan selisih yang begitu mencolok.

“Kalau pun kalah, cukup 1-0 atau lewat pertandingan ketat,” begitu keluhan yang ramai disuarakan.

Kekalahan lima gol tanpa balas dianggap terlalu jauh dari harapan, seolah memperlihatkan jurang kualitas yang sulit diterima.

Di sisi lain, Sinar Laut FC memang belum mampu melangkah lebih jauh, namun penampilan mereka masih menyisakan sedikit pengertian.

Sebagai tim debutan, mereka membuka laga dengan kekalahan 0-2 dari Persibal Luwuk, sebelum berhasil menahan imbang Garda FC di pertandingan kedua.

Hasil itu, meski belum cukup untuk lolos, dinilai masih dalam batas wajar untuk tim yang baru pertama kali mencicipi atmosfer kompetisi regional. Namun cerita berbeda melekat pada Persido.

Klub kebanggaan Donggala ini bukanlah nama baru dalam panggung sepak bola. Mereka pernah menorehkan sejarah manis sebagai juara sepak bola Sulawesi Tengah pada 2018.

Lebih jauh lagi, pada 2006, Persido sukses menjadi juara Divisi III PSSI Wilayah Timur dengan menaklukkan tim-tim kuat dari Sulawesi Selatan hingga Papua.

Prestasi itu bahkan membawa Persido ke panggung nasional, tampil di ajang Copa Dji Sam Soe dan menghadapi Persipura Jayapura dalam laga kandang-tandang. Sebuah kebanggaan yang hingga kini masih dikenang.

Melihat rekam jejak sebesar itu, kegagalan di fase grup dengan performa yang jauh dari meyakinkan terasa seperti tamparan keras bagi sepak bola Donggala.

Padahal, kedua tim tidak datang tanpa persiapan. Persido telah menjalani program latihan yang cukup matang dan serangkaian uji coba sebelum turnamen. Sinar Laut FC pun membawa modal sebagai juara Liga 4 Seri Kabupaten Donggala 2025.

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Apakah persoalan sepak bola Donggala saat ini bukan lagi soal persiapan semata?

Apakah ada masalah yang lebih dalam, mulai dari kualitas pembinaan pemain, kedalaman skuad, hingga manajemen tim yang belum sepenuhnya kompetitif? Atau justru dukungan dari pemerintah daerah yang belum maksimal dalam mendorong kemajuan sepak bola lokal?

Kegagalan dua tim asal Banawa ini mungkin belum bisa disebut sebagai krisis. Namun, jelas menjadi alarm yang nyaring bahwa sepak bola Donggala perlahan tertinggal dari daerah lain yang kini tampil lebih siap, lebih rapi dan lebih kompetitif.

Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin kejayaan Persido dan harapan kebangkitan klub-klub Donggala hanya akan tersisa sebagai cerita masa lalu yang dikenang dengan bangga, tetapi tidak lagi bisa dirasakan di lapangan hijau.*

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Petani Pembibit di Donggala Dorong Kemandirian Bibit Buah Bersertifikat

DONGGALA MEDIA…

Tambang Ilegal di Kabupaten Donggala Ditertibkan

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *