DONGGALA MEDIA — Bupati Donggala Vera Elena Laruni membuka Konferensi Kerja Daerah I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Donggala Tahun 2026, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai forum evaluasi sekaligus penyusunan arah program organisasi guru di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berubah.
Dalam sambutannya, Bupati Vera mengatakan perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, hingga dinamika global menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi lebih cepat. Menurut dia, guru tidak lagi hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, inovator, dan teladan bagi peserta didik.
“Guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan budaya bangsa,” ujar Bupati Vera saat membuka kegiatan tersebut.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pembangunan sarana dan prasarana, pemerataan distribusi tenaga pendidik, hingga memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk PGRI.
Bupati Vera berharap konferensi kerja tersebut mampu melahirkan gagasan yang konstruktif dan adaptif terhadap kebutuhan pembangunan pendidikan di daerah. Ia juga meminta PGRI tetap menjadi organisasi yang solid dan profesional dalam memperjuangkan aspirasi guru.
Ketua PGRI Kabupaten Donggala, Dr. Arif, mengatakan konferensi kerja pertama itu menjadi momentum refleksi terhadap program organisasi yang telah berjalan sekaligus merumuskan strategi menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Menurut Arif, peningkatan kapasitas pendidik dan penyediaan sarana pendidikan, terutama di wilayah terpencil, masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Rivai mengatakan konferensi kerja tersebut bertujuan mengevaluasi program organisasi tahun berjalan dan menyusun prioritas kerja berikutnya.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat soliditas organisasi dan mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi digital,” ujar Rivai.
Konferensi kerja diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri atas pengurus PGRI Kabupaten Donggala dan perwakilan pengurus cabang se-Kabupaten Donggala. Masing-masing cabang mengirim lima orang peserta.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala Rustam Efendi, anggota DPRD, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, kepala sekolah, dan para guru di Kabupaten Donggala. (*)
(Teks/Editor: AULIA AM / Foto: IST)


