DONGGALA MEDIA — Senin (30/3/2026) pagi agaknya bukan sekadar seremoni biasa. Di satu panggung yang sama, Bupati Donggala Vera Elena Laruni melantik dua pejabat eselon II sekaligus dua kepala desa hasil pergantian antar waktu (PAW). Bonusnya sekalian Halal Bihalal. Jadi, antara sumpah jabatan dan saling maaf-maafan, suasananya lengkap. Resmi iya, hangat juga iya.
Acara ini dihadiri Wakil Bupati Taufik M. Burhan, jajaran Forkopimda, Sekda Rustam Effendi, para asisten, staf ahli, hingga kepala OPD. Hampir semua yang punya kursi penting di lingkup Pemda Donggala ikut menyaksikan.
Dua nama yang naik kelas ke jabatan pimpinan tinggi pratama adalah Moh. Syarief U. Hi. Moh. Arief sebagai Kepala Dinas PUPR dan Aprina Lingkeh sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Sementara itu, dari level desa, Ajelan resmi jadi Kepala Desa Siweli Kec. Balaesang dan Hardin jadi Kepala Desa Oti Kec. Sindue Tobata.
Menariknya, Bupati Vera buru-buru menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hasil bisikan-bisikan belakang meja. Katanya, semua murni dari proses assessment yang objektif dan transparan. Bahkan, kalau masih ragu, beliau mempersilahkan tanya langsung ke Sekda selaku ketua panitia seleksi. Nada pesannya jelas bahwa pelantikan ini bukan urusan like and dislike.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Bupati Vera mengingatkan satu hal yang sering terdengar yakni nilai kolaborasi. Menurutnya, program sebanyak apa pun bakal percuma kalau masing-masing jalan sendiri-sendiri. Pemerintahan itu bukan lomba lari individu, tapi kerja tim.
Soal jabatan, Bupati Vera juga menekankan bahwa kursi itu bukan sekadar tempat duduk empuk, melainkan amanah. Artinya, kerja bukan cuma soal administrasi, tapi soal dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Khusus untuk Kepala Dinas PUPR, pesannya cukup tajam: tahan godaan. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, semua orang juga paham sektor ini rawan “ujian integritas”. Intinya, jangan sampai jabatan yang baru seumur jagung malah jadi batu sandungan.
Sementara untuk Kepala Dinas Kesehatan, PR-nya lebih konkret: soal ketersediaan obat yang masih minim. Bupati meminta agar masalah ini segera dibereskan, bersamaan dengan peningkatan kualitas layanan di puskesmas. Karena, ya, kesehatan warga bukan urusan yang bisa ditunda-tunda.
Untuk dua kepala desa yang baru, pesannya agak berbeda tapi tidak kalah penting. Bupati Vera menegaskan bahwa setelah pelantikan, tidak ada lagi istilah pendukung atau bukan pendukung. Semua warga adalah tanggung jawab. Jadi, merangkul adalah keharusan, bukan pilihan.
Bupati Vera juga mengajak masyarakat desa untuk move on dari dinamika pemilihan. Fokusnya sekarang bukan lagi soal siapa pilih siapa, tapi bagaimana membangun desa bersama. Karena pada akhirnya, kekuatan desa itu ada di persatuan warganya.
Acara ditutup dengan Halal Bihalal. Momen yang pas untuk meredakan sisa-sisa sekat, sambil berharap yang baru dilantik benar-benar bekerja, bukan sekadar terlihat sibuk.*
(Teks: AULIA AM / Foto: IST / Editor: WAHID AGUS)


