45 Ton Benih Jagung Disalurkan ke 7 Kecamatan, Kadis Pertanian Donggala Pastikan Tepat Sasaran

DONGGALA MEDIA — Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 45 ton untuk kelompok tani di tujuh kecamatan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Donggala, Anhar, pada Jum’at (22/5/2026) menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan usulan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) yang diajukan kelompok tani melalui penyuluh pertanian dan difasilitasi oleh Dinas Pertanian.

“Mekanisme penyaluran atau pembagian benih jagung sesuai dengan usulan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) yang diajukan oleh kelompok tani melalui para penyuluh yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah berupaya memastikan bantuan benar-benar diterima petani yang membutuhkan agar tidak terjadi penyimpangan dalam proses distribusi di lapangan.Ia menambahkan, kelompok tani penerima bantuan harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) dan telah terdigitasi dalam polygon lahan pertanian.

“Kriteria kelompok tani penerima bantuan adalah kelompok yang terdaftar dalam Simluhtan dan terdigitasi dalam polygon. Adanya sistem Simluhtan dari Kementerian Pertanian RI memastikan bahwa semua kelompok tani tidak ada ketimpangan atau dobel menerima bantuan karena seluruh calon penerima sudah terinput secara digital,” jelasnya.

Anhar juga menerangkan, Kecamatan Labuan dan Tanantovea dipilih sebagai lokasi penyerahan simbolis bantuan karena dua wilayah tersebut merupakan sentra produksi jagung terbesar di Kabupaten Donggala.

“Salah satu pertimbangannya memang karena Kecamatan Labuan dan Kecamatan Tanantovea adalah produsen jagung terbesar di Kabupaten Donggala. Selain itu juga disesuaikan dengan jadwal pendistribusian benih dari tim Kementerian Pertanian,” katanya.

Meski penyerahan simbolis dilakukan di dua kecamatan tersebut, ia memastikan distribusi bantuan tetap dilakukan secara merata ke seluruh kecamatan penerima sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh tim dari Kementerian Pertanian RI.

Program bantuan benih jagung ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat Donggala.

Bantuan Benih Jagung Disertai Pendampingan dan Jaminan Pasar

Kepala Dinas Pertanian menegaskan program bantuan benih jagung untuk tujuh kecamatan tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani.

Kadis Anhar mengatakan, pemerintah juga menyiapkan pendampingan teknis bagi petani melalui penyuluh pertanian di lapangan.

“Pendampingan teknis pasti dilakukan melalui para penyuluh pertanian di lapangan. Untuk pupuk, kelompok tani jagung sudah masuk dalam RDKK sehingga petani dapat membeli pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Menurut Anhar, program bantuan benih jagung tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat meningkatkan pendapatan melalui sektor pertanian, khususnya budidaya jagung.

“Kegiatan ini bukan cuma sekadar seremonial, tetapi memberikan motivasi dan pencerahan kepada masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya melalui penanaman jagung,” katanya.

Ia juga memastikan petani jagung di Donggala saat ini tidak mengalami kesulitan dalam pemasaran hasil panen. Pasalnya, sudah banyak perusahaan swasta maupun lembaga pemerintah yang siap membeli hasil produksi petani.

“Untuk pemasaran saat ini, komoditi tanaman pangan jagung para petani tidak kesulitan menjual hasil panen karena banyak perusahaan swasta pembeli jagung seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, atau menjual ke Bulog,” jelasnya.

Terkait persoalan klasik anjloknya harga jagung saat panen raya, Anhar menyebut pemerintah pusat telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung sebesar Rp6.400 per kilogram melalui Bulog dengan kadar air 14 persen.

“Harga tersebut sangat menguntungkan bagi petani. Jadi untuk saat ini harga jagung tidak jadi masalah walaupun produksi melimpah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bantuan benih jagung tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Kabupaten Donggala menargetkan luas tanam jagung mencapai 12 ribu hektare. Dari bantuan 45 ton benih yang telah disalurkan, realisasi penanaman saat ini mencapai sekitar 3 ribu hektare.

“Masih tersisa target penanaman jagung sekitar 9 ribu hektare yang ingin direalisasikan,” ungkapnya.

Dengan target tersebut, pemerintah berharap terjadi peningkatan produksi jagung rata-rata sebesar 6 hingga 8 ton per hektare setelah program berjalan optimal.

Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Donggala.

Evaluasi Bantuan Pertanian Dilakukan Berkala

Eevaluasi terhadap berbagai program bantuan pertanian terus dilakukan secara berkala guna memastikan bantuan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat petani.

Kadis Anhar mengatakan, pemerintah memahami masih adanya keluhan petani terkait keterbatasan alat pertanian, irigasi hingga akses pupuk subsidi.

Menurutnya, penyaluran bantuan pertanian dilakukan berdasarkan skala prioritas dan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah maupun dukungan dari pemerintah pusat.

“Evaluasi tetap dilakukan setiap saat dan berkala. Untuk bantuan ke masyarakat berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran,” ujarnya.

Terkait pupuk bersubsidi, Anhar menjelaskan mekanisme penyalurannya saat ini dilakukan melalui kelompok tani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Untuk akses pupuk bersubsidi sudah melalui kelompok tani masing-masing yang dituangkan dalam RDKK,” katanya.

Selain evaluasi, Dinas Pertanian juga memperketat pengawasan terhadap distribusi bantuan benih jagung agar tidak disalahgunakan maupun diperjualbelikan oleh oknum tertentu.

Ia menyebut pengawasan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur di daerah, mulai dari aparat keamanan hingga pemerintah desa.

“Pengawasan yang kami lakukan melibatkan TNI, Polri, penyuluh pertanian, camat, kepala desa serta seluruh masyarakat,” jelasnya.

Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, Pemkab Donggala juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mendorong modernisasi sektor pertanian sekaligus menarik minat generasi muda agar terjun ke dunia pertanian.

Anhar mengatakan, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah digitalisasi pertanian dan penguatan kelembagaan petani milenial.

“Langkah jangka panjangnya yaitu digitalisasi pertanian, meningkatkan kelembagaan petani milenial, dan edukasi teknologi pertanian,” ungkapnya.

Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi penting agar sektor pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional, melainkan sektor ekonomi yang menjanjikan dan berbasis teknologi.

Pemkab Donggala berharap transformasi pertanian modern dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan regenerasi petani di masa mendatang.

Dukungan Pemerintah Pusat Sangat Besar untuk Pengembangan Jagung

Dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian, khususnya pengembangan tanaman jagung, memiliki peran besar dalam mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di daerah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Donggala, Anhar, mengatakan bahwa perhatian pemerintah pusat terlihat dari bantuan benih jagung sebanyak 45 ton yang telah disalurkan untuk petani di Kabupaten Donggala.

Menurutnya, bantuan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat petani dalam beberapa bulan ke depan.

“Peran pemerintah pusat sangat besar, terbukti saat ini adanya bantuan benih jagung sebesar 45 ton. Jika dirupiahkan, bantuan tersebut dapat menghasilkan pendapatan petani empat bulan ke depan sebesar Rp86,625 miliar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perhitungan tersebut menggunakan asumsi satu kilogram benih mampu menghasilkan sekitar 350 kilogram jagung kering dengan harga terendah Rp5.500 per kilogram.

Kadis Anhar juga menyebut dukungan pemerintah pusat melalui kebijakan dan program pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, ia menyinggung peran Andi Amran Sulaiman dan Zulkifli Hasan yang dinilai turut memberi perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian di daerah, termasuk Kabupaten Donggala.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi petani, terutama terkait keterbatasan infrastruktur jalan tani dan sistem irigasi.

Menurutnya, sebagian besar lahan jagung di Kabupaten Donggala masih mengandalkan sistem tadah hujan sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Untuk lahan pertanian tanaman jagung di Kabupaten Donggala sebagian besar adalah lahan tadah hujan,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mengusulkan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.

“Adapun infrastruktur pendukung terutama air akan diusulkan dan dibenahi secara bertahap sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Pemkab Donggala berharap dukungan pemerintah pusat yang terus berlanjut dapat memperkuat produktivitas pertanian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Ketua DPRD Donggala Dorong Buku Harmoni dengan Alam Jadi Acuan Kebijakan, Soroti Konflik Regulasi hingga Ekonomi Hijau

DONGGALA MEDIA…

Pertama Bertugas Kapolres Aditiya Minta Dukungan Forkopimda Donggala

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *