DONGGALA MEDIA – Pelantikan Moh Yasin Lataka sebagai Ketua DPRD Kabupaten Donggala sisa masa jabatan 2024–2029 menandai fase baru hubungan legislatif dan eksekutif dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala. Ketua DPRD Yasin merupakan politisi Partai NasDem Donggala yang terpilih pada Pemilu 2024 dari daerah pemilihan (dapil) 3 meliputi Kecamatan Sindue Tobata, Kecamatan Sirenja, Kecamatan Balaesang dan Kecamatan Balaesang Tanjung.
Dalam pernyataan pertamanya, Ketua DPRD Yasin menekankan pentingnya konsolidasi internal DPRD Donggala sebagai fondasi awal menjalankan fungsi kelembagaan.
“Yang pertama adalah kekompakan, khususnya di anggota DPRD. Dengan kekompakan itu, hubungan dengan eksekutif bisa terbangun lebih baik,” katanya seusai rapat paripurna.
Langkah ini menunjukkan prioritas awal kepemimpinannya tidak diarahkan pada program populis, melainkan pembenahan internal lembaga legislatif. Menurut dia, koordinasi antara anggota DPRD Donggala dan sekretariat masih perlu diperkuat, meskipun secara umum telah berjalan cukup baik pada periode sebelumnya.
Ketua DPRD Yasin bukan orang baru dalam urusan mimpi politik. Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2019, ia bersama Papa Idham menjadi pasangan dengan slogan IYAMO, berhadapan dengan pasangan Vera Elena Laruni dan Taufik M. Burhan yang dikenal dengan jargon Vegata.
Ia menyebut kedua kubu memiliki tujuan serupa, yakni membawa perubahan bagi Donggala. Namun, hasil politik saat itu belum memberi kesempatan baginya untuk memimpin di jalur eksekutif.
“Sekarang, dengan posisi saya sebagai Ketua DPRD, ini juga bagian dari upaya mewujudkan mimpi-mimpi itu,” ujarnya.
Meski demikian, Ketua DPRD Yasin menegaskan belum memikirkan langkah menuju pencalonan kepala daerah. Ia memilih fokus menjalankan peran legislatif dalam tiga tahun ke depan, termasuk melanjutkan program yang telah dirintis pemerintah daerah saat ini.
Dari sisi politik internal, Ketua DPRD Yasin memastikan kondisi Partai NasDem Donggala dalam keadaan solid. Ia merujuk pada kehadiran seluruh kader partai dalam rapat paripurna sebagai indikator stabilitas.
“Semua hadir, ini menunjukkan NasDem Donggala tetap solid,” kata dia.
Soliditas partai dinilai penting untuk menjaga stabilitas dukungan politik di DPRD, terutama dalam pembahasan kebijakan strategis daerah.
Dalam agenda 100 hari kerja, Ketua DPRD Yasin menempatkan pembenahan internal DPRD Donggala sebagai prioritas utama. Fokus tersebut mencakup peningkatan koordinasi antaranggota serta penguatan hubungan kerja dengan sekretariat DPRD.
Menurut dia, efektivitas fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan sangat bergantung pada soliditas internal lembaga.
“Internal DPRD harus kita benahi dulu. Itu yang menjadi prioritas dalam 100 hari,” ujarnya.
Selain isu kelembagaan, Ketua DPRD Yasin menyoroti persoalan infrastruktur di wilayah terpencil, khususnya di Kecamatan Balaesang Tanjung, daerah yang juga memiliki kedekatan personal dengannya. Ketua DPRD Yasin diketahui merupakan putra Balaesang Tanjung, tepatnya dari Desa Malei.
Ia menyebut pembangunan jalan di wilayah tersebut sebagai salah satu pekerjaan rumah utama.
Ruas jalan sepanjang sekitar 27 kilometer dari titik Tugu hingga Manimbaya sebelumnya telah diusulkan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp54 miliar dari pemerintah pusat. Namun, rencana tersebut batal direalisasikan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Setiap reses, masyarakat hanya minta satu hal yaitu jalan,” kata Yasin.
Ia mengakui keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan utama. Meski demikian, DPRD Donggala, menurut dia, tetap berkomitmen memperjuangkan pembangunan infrastruktur di Balaesang Tanjung bersama Pemkab Donggala.
Ketua DPRD Yasin meminta masyarakat bersabar terkait realisasi pembangunan tersebut. Ia menegaskan bahwa DPRD Donggala akan tetap mengawal aspirasi warga, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, termasuk dampak dari penyesuaian dana transfer pusat ke daerah.
“Kami tetap berkomitmen sesuai janji politik, termasuk memperhatikan jalan di Balaesang Tanjung,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang lebih menekankan konsolidasi dan realisme anggaran, kepemimpinan Ketua Yasin di DPRD Donggala akan diuji pada kemampuannya menjembatani harapan masyarakat dengan kapasitas fiskal daerah yang terbatas.*
(Teks: AULIA AM / Foto: IST / Editor: WAHID AGUS)


