Walau Masih Sedikit Kunjungan, Wisatawan Mancanegara Mulai Bertumbuh

DONGGALA MEDIA – Sektor pariwisata Kabupaten Donggala menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (Disparbudekraf) Kabupaten Donggala, jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 129.351 kunjungan, meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Disparbudekraf Kabupaten Donggala, Muhammad, pada Jumat (5/6/2026) mengatakan bahwa peningkatan tersebut menjadi indikator semakin besarnya daya tarik destinasi wisata Donggala di tingkat regional maupun nasional.

“Data lima tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat menggembirakan. Ini membuktikan bahwa berbagai upaya promosi, pengembangan destinasi, serta dukungan masyarakat dan pelaku usaha wisata mulai memberikan hasil yang nyata,” ujarnya.

Lonjakan Drastis Sejak 2024

Berdasarkan data yang dirilis, jumlah kunjungan wisatawan tercatat:

  • Tahun 2021: 27.899 kunjungan;
  • Tahun 2022: 21.015 kunjungan;
  • Tahun 2023: 31.321 kunjungan;
  • Tahun 2024: 96.381 kunjungan;
  • Tahun 2025: 129.351 kunjungan;

Dari data tersebut terlihat bahwa tahun 2022 menjadi titik terendah dengan total 21.015 kunjungan.

Namun, sejak 2023 sektor pariwisata mulai mengalami pemulihan dan terus tumbuh hingga mencapai puncaknya pada 2025.

Kenaikan paling mencolok terjadi antara tahun 2023 dan 2024.

Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah wisatawan meningkat dari 31.321 menjadi 96.381 kunjungan atau bertambah sekitar 65.060 wisatawan, setara dengan pertumbuhan lebih dari 200 persen.

Sementara dari tahun 2024 ke 2025, kunjungan kembali meningkat sekitar 34 persen, dari 96.381 menjadi 129.351 wisatawan.

Wisatawan Nusantara Jadi Penopang Utama

Data juga menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata Donggala masih didominasi oleh wisatawan nusantara.

Pada tahun 2025, jumlah wisatawan nusantara mencapai 125.226 orang, sedangkan wisatawan mancanegara tercatat 125 orang.

Dominasi wisatawan domestik tersebut menunjukkan bahwa Donggala semakin dikenal sebagai tujuan wisata bagi masyarakat Sulawesi Tengah maupun daerah lain di Indonesia.

Menurut Kadis Muhammad, kondisi ini menjadi peluang besar untuk terus memperkuat promosi wisata berbasis potensi lokal, terutama wisata bahari, wisata alam, wisata sejarah, dan wisata budaya yang menjadi keunggulan daerah.

“Pantai-pantai yang indah, potensi Teluk Palu dan Selat Makassar, kekayaan budaya serta kuliner khas Donggala merupakan modal besar untuk menarik lebih banyak wisatawan,” katanya.

Wisatawan Mancanegara Mulai Bertumbuh

Meski jumlahnya masih relatif kecil, kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.

Pada 2021 hanya tercatat 5 wisatawan asing.

Angka tersebut meningkat menjadi 15 orang pada 2022, 32 orang pada 2023, 66 orang pada 2024, dan mencapai 125 orang pada 2025.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa nama Donggala mulai dikenal oleh wisatawan luar negeri, meskipun masih membutuhkan promosi yang lebih agresif dan peningkatan aksesibilitas.

Kadis Muhammad menilai bahwa peningkatan wisatawan asing merupakan sinyal positif yang harus ditindaklanjuti dengan penguatan kualitas destinasi, kebersihan kawasan wisata, ketersediaan informasi pariwisata, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Di balik capaian tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama infrastruktur pendukung, konektivitas transportasi, fasilitas wisata, serta promosi digital yang lebih luas.

Namun demikian, tren kenaikan yang konsisten selama tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa Donggala memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Tengah.

Kadis Muhammad optimistis, jika tren pertumbuhan ini dapat dipertahankan, maka sektor pariwisata akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan pendapatan masyarakat, tumbuhnya usaha mikro dan ekonomi kreatif, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Target kami bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memastikan bahwa setiap kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Pariwisata harus menjadi sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan memperkuat citra Donggala sebagai daerah tujuan wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing,” pungkas Kadis Muhammad. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Delapan Finalis dan Lima Peraih Harapan, Kafilah Donggala Ukir Prestasi di MTQ XXXI Sulawesi Tengah

DONGGALA MEDIA…

Pemuda Desa Wani II Inisial MF (20) Ditangkap Polisi Sita Sabu dan Alat Isap Narkoba

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *