Cangkang Sawit Jadi “Emas Hitam” Donggala, Ketua IAFP UNISA Dorong Pelabuhan Donggala Fokus Bongkar Muat Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi

DONGGALA MEDIA – Direktur Ocean Watch Donggala yang juga Ketua Ikatan Alumni Fakultas Perikanan (IAFP) Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Yusran, S.Pi, mendukung langkah Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dalam mengoptimalkan fungsi Pelabuhan Donggala sebagai pusat aktivitas bongkar muat barang non-kontainer, khususnya komoditas cangkang sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurut Yusran, Pelabuhan Donggala memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pintu ekspor komoditas unggulan daerah yang mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Cangkang sawit merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu saya mendukung KSOP apabila Pelabuhan Donggala lebih difokuskan untuk aktivitas bongkar muat barang non-kontainer, khususnya cangkang sawit yang saat ini memiliki pasar ekspor yang cukup menjanjikan,” kata Yusran.

Ia menjelaskan, selama ini cangkang sawit sering dipandang sebagai limbah dari industri pengolahan kelapa sawit. Namun di pasar internasional, komoditas tersebut justru memiliki nilai jual yang tinggi karena dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa ramah lingkungan untuk kebutuhan energi di berbagai negara, termasuk Tiongkok.

Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Donggala sebagai titik pengumpulan dan pengiriman cangkang sawit memberikan peluang besar bagi daerah untuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Cangkang sawit ini bisa kita sebut sebagai emas hitamnya Donggala. Kalau Kalimantan dikenal dengan batubaranya, maka Donggala memiliki cangkang sawit yang berasal dari limbah tetapi mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi dan bahkan diekspor langsung ke China,” ujarnya.

Yusran menilai optimalisasi aktivitas bongkar muat cangkang sawit di Pelabuhan Donggala tidak hanya berdampak pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga akan memberikan manfaat nyata bagi para petani sawit dan pelaku usaha di daerah.

Dengan semakin lancarnya rantai distribusi dan ekspor, kata dia, harga komoditas di tingkat petani berpotensi lebih kompetitif sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan sawit.

Selain itu, meningkatnya aktivitas pelabuhan juga diyakini akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari tenaga bongkar muat, jasa transportasi, pergudangan hingga sektor pendukung lainnya.

“Ketika aktivitas bongkar muat meningkat, otomatis akan ada efek berganda terhadap ekonomi daerah. Lapangan kerja bertambah, usaha-usaha pendukung tumbuh, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, dan pemerintah daerah juga mendapatkan tambahan PAD dari aktivitas tersebut,” jelasnya.

Yusran berharap pemerintah daerah bersama KSOP dan seluruh pemangku kepentingan terus mendorong pengembangan Pelabuhan Donggala agar mampu menjadi pusat logistik dan ekspor komoditas unggulan Sulawesi Tengah.

Menurutnya, penguatan sektor kepelabuhanan harus diarahkan pada komoditas yang memiliki keunggulan kompetitif dan memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Harapan kami aktivitas bongkar muat cangkang sawit di Pelabuhan Donggala terus dioptimalkan. Potensinya sangat besar. Jika dikelola dengan baik, maka akan menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan PAD Kabupaten Donggala,” pungkasnya.

Pelabuhan Donggala Didorong Jadi Simpul Ekonomi Baru

Yusran menegaskan bahwa keberadaan Pelabuhan Donggala harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai aset strategis daerah.

Dengan posisi yang berada di jalur pelayaran Selat Makassar, pelabuhan tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat aktivitas ekspor komoditas non-kontainer yang berasal dari Sulawesi Tengah.

Ia optimistis, apabila pengelolaan pelabuhan terus diperkuat dan didukung kebijakan yang tepat, maka komoditas cangkang sawit dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Donggala sebagai kawasan maritim yang produktif dan berdaya saing. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

  • Daerah
  • Juni 4, 2026
  • 162 views
Pelabuhan Donggala Dinilai Lebih Layak, Ocean Watch Desak Kapal Pelni Segera Berlabuh di Donggala

DONGGALA MEDIA…

Revitalisasi 105 Sekolah di Donggala Mulai Bergulir, Disdikpora Fokus Benahi Sarana Pendidikan hingga Daerah Terpencil

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *