Ikuti PENAS KTNA XVII Petani Donggala Berjuang dengan Biaya Sendiri

DONGGALA MEDIA – Di saat pemerintah pusat dibawah komando Presiden Prabowo Subianto terus menggaungkan pentingnya ketahanan pangan, ironi justru dialami para petani Kabupaten Donggala.

Demi mengharumkan nama daerah pada Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII di Kabupaten Gorontalo, 20–25 Juni 2026, puluhan petani harus merogoh kocek sendiri karena pemerintah daerah tidak mampu membiayai keberangkatan mereka.

Keterbatasan anggaran dijadikan alasan klasik.

Namun bagi para petani, mimpi membawa nama Donggala bahkan Sulawesi Tengah ke panggung nasional tidak boleh berhenti hanya karena tidak ada biaya dari pemerintah.

Mereka memilih berangkat dengan semangat gotong royong, meski harus menanggung sendiri beban perjalanan.

Mengaspal dari Kabupaten Donggala menuju Kota Gorontalo, bergantian menjadi sopir, tentulah sangat melelahkan.

Pilihan itu ternyata tidak sia-sia. Kontingen KTNA Donggala yang berjumlah 45 petani, didampingi 16 pendamping dan tujuh peninjau, justru pulang membawa kebanggaan. Mereka berhasil meraih Juara II Nasional pada Lomba Peragaan Keterampilan Pertanian, sekaligus membuktikan bahwa kualitas petani Donggala mampu bersaing di tingkat nasional.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi tamparan bagi pemerintah daerah.

Sebab, keberhasilan itu lahir bukan dari besarnya dukungan anggaran, melainkan dari pengorbanan para petani sendiri. Mereka tidak datang sebagai penonton, tetapi sebagai duta daerah yang mempertaruhkan nama baik Donggala.

Ironisnya, sektor pertanian selama ini selalu menjadi andalan dalam berbagai pidato pembangunan. Petani dipuji sebagai pahlawan pangan, tetapi ketika kesempatan meningkatkan kapasitas, teknologi, dan jaringan usaha di tingkat nasional datang, mereka justru harus berjuang sendiri.

PENAS bukan sekadar kegiatan seremonial.

Forum ini menjadi tempat bertemunya petani dari seluruh Indonesia untuk bertukar teknologi, inovasi, dan pengalaman yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Dukungan terhadap keikutsertaan petani semestinya dipandang sebagai investasi pembangunan, bukan sekadar beban anggaran.

Ketua KTNA Donggala, Tonny Hasbi, berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama PENAS menjadi bekal membangun pertanian Donggala yang lebih maju. Harapan itu patut diapresiasi. Namun akan jauh lebih bermakna jika pemerintah juga menunjukkan keberpihakan nyata melalui dukungan anggaran yang memadai.

Prestasi yang diraih para petani hendaknya tidak berhenti pada seremoni penyambutan dan ucapan selamat.

Pemerintah perlu melakukan evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang. Sebab jika petani yang mengharumkan nama daerah masih harus membiayai perjuangannya sendiri, maka yang patut dipertanyakan bukan semangat petaninya, melainkan keberpihakan pemerintah terhadap sektor yang selama ini mereka sebut sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Para petani telah membuktikan bahwa keterbatasan tidak mampu mematahkan tekad mereka. Kini giliran pemerintah membuktikan bahwa penghargaan terhadap petani tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan dalam kebijakan dan keberpihakan yang nyata.

Ketua Bidang Perkebunan KTNA Donggala, Suardin Tiola, mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga dari ajang nasional tersebut, mulai dari teknologi terbaru hingga pengelolaan usaha tani yang lebih produktif. Sementara Ketua KTNA Kecamatan Rio Pakava, Irwan, menyebut PENAS menjadi wadah memperkuat silaturahmi, berbagi ilmu, sekaligus membuka peluang kemitraan antardaerah.

Semangat petani Donggala di Gorontalo menjadi pesan yang kuat: Ketika dukungan belum sepenuhnya hadir, mereka tetap memilih bergerak. Kini, bola ada di tangan pemerintah daerah. Prestasi yang telah ditorehkan seharusnya menjadi alasan kuat untuk menjadikan petani sebagai mitra strategis dalam membangun sektor pertanian, bukan sekadar penonton dalam agenda pembangunan. (*)

(Teks/Editor: WAHID AGUS / Foto: IST)

Related Posts

Sudirman Kembali Pimpin PKB Donggala Jalan Mulus Menuju Kursi Bupati Donggala

DONGGALA MEDIA…

MK Kunci Pilkada Langsung, Hak Memilih Kepala Daerah Tetap di Tangan Rakyat

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *