Bupati Vera Sambut 60 Mahasiswa KKN UGM dan Untad, Minta Jadi Mitra Pembangunan Donggala

DONGGALA MEDIA – Sebanyak 60 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Tadulako (Untad) resmi diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Senin (22/6/2026).

Mereka akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Banawa Tengah selama Juni hingga Agustus 2026.

Penerimaan mahasiswa KKN berlangsung di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Donggala Vera Elena Laruni, Sekretaris Daerah Rustam Efendi, jajaran pemerintah daerah, pimpinan perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan, serta para kepala desa lokasi KKN.

Dalam sambutannya, Bupati Vera menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa yang akan menjalankan program KKN maupun magang di wilayah Kabupaten Donggala.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang saat ini terus bergerak di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, pertanian, kelautan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya, beradaptasi dengan masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata melalui ide maupun inovasi yang bermanfaat,” ujarnya.

Bupati Vera menegaskan, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan program akademik, tetapi juga menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi integritas, disiplin, serta menghormati adat dan budaya masyarakat setempat.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memberikan pendampingan yang optimal kepada para mahasiswa selama menjalankan tugas di lapangan.

“Saya instruksikan kepada para kepala OPD, camat maupun kepala desa untuk membimbing mereka dengan baik, menempatkan sesuai kompetensinya, melibatkan mereka dalam kegiatan strategis, dan menjadikan mereka sebagai mitra kerja yang produktif,” tegasnya.

Bupati berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan masa pengabdian dengan sebaik-baiknya dan menjadikan Donggala sebagai rumah kedua selama menjalankan KKN.

Menurut Bupati Vera, kehadiran mahasiswa UGM dan Untad diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi peserta KKN, tetapi juga mampu melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN Eng, mengatakan program KKN merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Namun, menurutnya, tujuan tersebut hanya dapat tercapai apabila didukung sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci utama. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan seperti kesehatan, ketahanan pangan, tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah hingga pelestarian lingkungan dapat diatasi secara lebih efektif,” katanya.

Ia berharap mahasiswa mampu menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat dengan menyerap aspirasi warga serta menghadirkan program-program yang sesuai kebutuhan di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad Prof. Dr. Eng. Andi Rusdin, M. Engineering, yang mewakili Rektor Untad, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Donggala dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa KKN.

Menurutnya, program KKN tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga harus mampu menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.

“Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tetapi juga didukung para dosen melalui berbagai program penerapan ilmu pengetahuan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Pada KKN periode kedua tahun 2026 ini, sebanyak 60 mahasiswa diterjunkan ke dua desa di Kecamatan Banawa Tengah, yakni Desa Limboro dan Desa Towale. Rinciannya, 30 mahasiswa berasal dari UGM dan 30 mahasiswa dari Untad.

Melalui program tersebut, diharapkan lahir berbagai inovasi dan solusi yang dapat membantu percepatan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Donggala. (*)

(Teks/Editor: AULIA AM / Foto: IST)

Related Posts

Vera Elena Laruni Resmi Pimpin PAN Donggala, Bidik 9 Kursi DPRD dan Rebut Kursi Ketua pada Pemilu 2029

DONGGALA MEDIA…

Bidan Jadi Garda Terdepan, Pemkab Donggala Perkuat Kolaborasi Tekan Stunting dan Tingkatkan Layanan Kesehatan

DONGGALA MEDIA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *